1.000 jemaah haji Nigeria dilarang berhaji
Kamis, 27 September 2012 - 13:10 WIB
1.000 jemaah haji Nigeria dilarang berhaji
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Arab Saudi melarang masuk 1.000 jemaah wanita asal Nigeria yang ingin menunaikan ibadah haji. Akibatnya mereka tertahan di Bandara Jeddah dan Madinah.
Pelarangan ini dilatarbelakangi, 1.000 jemaah wanita ini dianggap tidak didampingi oleh suami atau kerabat lelaki.
Atas larangan masuk ini, Pemerintah Nigeria melakukan protes. Duta Besar Nigeria untuk Arab Saudi, Abu bakar Shehu Bunu, telah melayangkan protes resmi ke kantor urusan luar negeri di ibu kota, Riyadh.
"Mereka menghentikan perempuan yang berusia 25 sampai 35 tahun yang tidak didampingi kerabat laki-laki mereka. Sementara mereka yang berusia di atas 45 tahun tidak menjadi perhatian bagi pemerintah Saudi Arabia," ungkap Shehu Bunu seperti diberitakan BBC.co.uk, Kamis (27/9/2012).
Dahulu, perempuan Nigeria memang dilarang bepergian jika tidak didampingi oleh saudara laki-laki mereka. Namun Komisi Nasional Haji Nigeria telah membuat kesepakatan dengan pemerintah Arab Saudi untuk memberikan visa bagi perempuan Nigeria yang menunaikan ibadah haji dengan didampingi oleh pejabat haji lokal.
Bilkisu Nasidi, salah satu jemaah haji wanita yang ditahan di bandara mengaku dilarang keluar dari bandara karena namanya tidak sesuai dengan nama suaminya yang juga ikut mendampinginya.
Namun di Nigeria, tidak mencantumkan nama suami telah menjadi suatu yang umum. "Nama suami saya berbeda dengan nama saya, dan mereka tidak mengizinkan saya masuk," ungkap Bilkisu seperti diberitakan BBC.co.uk. Kamis (27/9/2012).
Bilkisu menambahkan, saat ini ada ratusan perempuan Nigeria tidur di lantai terpisah dari barang bawaan mereka. Mereka juga secara bergantian mengunakan empat toilet umum di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.
Sementara itu sejumlah wartawan mengatakan banyak wanita Nigeria berusaha masuk ke Arab Saudi untuk mencari pekerjaan secara ilegal.
Pelarangan ini dilatarbelakangi, 1.000 jemaah wanita ini dianggap tidak didampingi oleh suami atau kerabat lelaki.
Atas larangan masuk ini, Pemerintah Nigeria melakukan protes. Duta Besar Nigeria untuk Arab Saudi, Abu bakar Shehu Bunu, telah melayangkan protes resmi ke kantor urusan luar negeri di ibu kota, Riyadh.
"Mereka menghentikan perempuan yang berusia 25 sampai 35 tahun yang tidak didampingi kerabat laki-laki mereka. Sementara mereka yang berusia di atas 45 tahun tidak menjadi perhatian bagi pemerintah Saudi Arabia," ungkap Shehu Bunu seperti diberitakan BBC.co.uk, Kamis (27/9/2012).
Dahulu, perempuan Nigeria memang dilarang bepergian jika tidak didampingi oleh saudara laki-laki mereka. Namun Komisi Nasional Haji Nigeria telah membuat kesepakatan dengan pemerintah Arab Saudi untuk memberikan visa bagi perempuan Nigeria yang menunaikan ibadah haji dengan didampingi oleh pejabat haji lokal.
Bilkisu Nasidi, salah satu jemaah haji wanita yang ditahan di bandara mengaku dilarang keluar dari bandara karena namanya tidak sesuai dengan nama suaminya yang juga ikut mendampinginya.
Namun di Nigeria, tidak mencantumkan nama suami telah menjadi suatu yang umum. "Nama suami saya berbeda dengan nama saya, dan mereka tidak mengizinkan saya masuk," ungkap Bilkisu seperti diberitakan BBC.co.uk. Kamis (27/9/2012).
Bilkisu menambahkan, saat ini ada ratusan perempuan Nigeria tidur di lantai terpisah dari barang bawaan mereka. Mereka juga secara bergantian mengunakan empat toilet umum di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.
Sementara itu sejumlah wartawan mengatakan banyak wanita Nigeria berusaha masuk ke Arab Saudi untuk mencari pekerjaan secara ilegal.
(aww)