Didemo, China batalkan proyek pipa limbah
Senin, 30 Juli 2012 - 09:51 WIB
Didemo, China batalkan proyek pipa limbah
A
A
A
Sindonews.com - Keadaan di Kota Qidong, dekat Shanghai, China, kembali tenang setelah pemerintah mengumumkan pembatalan pembangunan proyek jaringan pipa limbah pabrik kertas.
Sehari sebelumnya, kota itu lumpuh akibat bentrok antara aparat dan puluhan ribu pengunjuk rasa yang menentang pembangunan proyek tersebut. Personel kepolisian dalam jumlah besar dikerahkan ke kota itu untuk menertibkan masyarakat.
“Warga tidak takut keluar ke jalanan hari ini. Ribuan aparat keamanan telah dikerahkan ke Qidong untuk mencegah unjuk rasa lainnya melawan polisi,” papar warga setempat yang hanya menyebut namanya Qin pada AFP.
Menurut Qin, warga khawatir jika personel polisi membalas aksi unjuk rasa pada Sabtu (28/7). Apalagi saat kerusuhan, banyak polisi yang dipukuli demonstran. Tidak diketahui apakah pengumuman pembatalan pembangunan proyek itu dapat menghentikan aksi demonstrasi selanjutnya.
Proyek yang dibatalkan itu merupakan milik perusahaan Jepang, Oji Paper. Dalam unjuk rasa Sabtu (28/7), sejumlah mobil hancur dan gedung-gedung pemerintahan dijarah oleh puluhan ribu demonstran.
Pemerintah China tampaknya memblokir pencarian di internet untuk kata ”Qidong” di Sina Weibo, jejaring sosial seperti Twitter, sejak Sabtu 28 Juli 2012. Selain itu, panggilan telepon ke sejumlah pejabat lokal pemerintah tidak dijawab kemarin.
Unjuk rasa menentang kerusakan lingkungan kian marak di China setelah tiga dekade ekspansi industri yang sangat cepat dan tak terkendali.
“Pipa limbah dari pabrik kertas itu rencananya untuk membuang limbah ke laut di pelabuhan Lusi,salah satu dari empat pelabuhan nelayan di Qidong,” tutur Qing
Sehari sebelumnya, kota itu lumpuh akibat bentrok antara aparat dan puluhan ribu pengunjuk rasa yang menentang pembangunan proyek tersebut. Personel kepolisian dalam jumlah besar dikerahkan ke kota itu untuk menertibkan masyarakat.
“Warga tidak takut keluar ke jalanan hari ini. Ribuan aparat keamanan telah dikerahkan ke Qidong untuk mencegah unjuk rasa lainnya melawan polisi,” papar warga setempat yang hanya menyebut namanya Qin pada AFP.
Menurut Qin, warga khawatir jika personel polisi membalas aksi unjuk rasa pada Sabtu (28/7). Apalagi saat kerusuhan, banyak polisi yang dipukuli demonstran. Tidak diketahui apakah pengumuman pembatalan pembangunan proyek itu dapat menghentikan aksi demonstrasi selanjutnya.
Proyek yang dibatalkan itu merupakan milik perusahaan Jepang, Oji Paper. Dalam unjuk rasa Sabtu (28/7), sejumlah mobil hancur dan gedung-gedung pemerintahan dijarah oleh puluhan ribu demonstran.
Pemerintah China tampaknya memblokir pencarian di internet untuk kata ”Qidong” di Sina Weibo, jejaring sosial seperti Twitter, sejak Sabtu 28 Juli 2012. Selain itu, panggilan telepon ke sejumlah pejabat lokal pemerintah tidak dijawab kemarin.
Unjuk rasa menentang kerusakan lingkungan kian marak di China setelah tiga dekade ekspansi industri yang sangat cepat dan tak terkendali.
“Pipa limbah dari pabrik kertas itu rencananya untuk membuang limbah ke laut di pelabuhan Lusi,salah satu dari empat pelabuhan nelayan di Qidong,” tutur Qing
()