Pesaing PM Papua Nugini gabung dengan militer
Rabu, 25 Juli 2012 - 16:59 WIB
Pesaing PM Papua Nugini gabung dengan militer
A
A
A
Sindonews.com – Pesaing Perdana Menteri (PM) Papua Nugini, Michael Somare memutuskan mengakhiri persaingan politik yang telah berlangsung selama hampir setahun lalu. Saat ini, Somare menyatakan bergabung dengan militer Papua Nugini.
"Dalam kesempatan ini, saya akan mengucapkan terima kasih kepada pendiri negara ini, Michael Somare yang bersedia bergabung dengan pemerintahan ini. Pemerintahan Papua Nugini akan menjalankan sebuah negara yang stabil dan layak," ungkap O'neill.
Kesepakatan damai antara kedua belah pihak yang bertikai sejak tahun lalu menegaskan bahwa Pemerintahan Papua Nugini dRibawah pimpinan PM Peter O'Neill akan mendapat dukungan dari pesaing utamanya Michael Somare. Selain mereka yang terpilih menjadi anggota, mantan PM Julius Chan juga turut berjanji u mendukung pemerintahan baru.
"Kami berharap selama lima tahun ke depan hubungan kerjasama yang baik akan terus terjalin," harap O'Neill, seperti dikutip Reuters, Rabu (25/7/2012).
Batas waktu pengembalian formulir tentang pemilihan kini telah diperpanjang, sedangkan proses perhitungan suara terus berlanjut. Perhitungan suara sementara menunjukan partai O'neill telah memenangkan 20 kursi parlemen.
Pada Jumat 27 Juli mendatang, Papua Nugini akan mengumumkan hasil pemilihan, yang diikuti lebih dari 3.400 kandidat dari 46 partai politik. Mereka akan bersaing dalam memperebutkan 111 kursi di parlemen.
Papua Nugini dilanda kebuntuan politik sejak Michael Somare pergi keluar negeri untuk menjalani pengobatan karena sakit. Kemudian pada Juni tahun lalu, keluarganya mengumumkan pengunduran diri Somare karena dia harus menjalani pengobatan di sebuah rumh sakit di Singapura. Setelah sembuh dia kembali menantang O'Neill pengantinya yang ditunjuk anggota parlemen Papua Nugini, sayang Somare tidak dapat mengambil alih jabatanya.
"Dalam kesempatan ini, saya akan mengucapkan terima kasih kepada pendiri negara ini, Michael Somare yang bersedia bergabung dengan pemerintahan ini. Pemerintahan Papua Nugini akan menjalankan sebuah negara yang stabil dan layak," ungkap O'neill.
Kesepakatan damai antara kedua belah pihak yang bertikai sejak tahun lalu menegaskan bahwa Pemerintahan Papua Nugini dRibawah pimpinan PM Peter O'Neill akan mendapat dukungan dari pesaing utamanya Michael Somare. Selain mereka yang terpilih menjadi anggota, mantan PM Julius Chan juga turut berjanji u mendukung pemerintahan baru.
"Kami berharap selama lima tahun ke depan hubungan kerjasama yang baik akan terus terjalin," harap O'Neill, seperti dikutip Reuters, Rabu (25/7/2012).
Batas waktu pengembalian formulir tentang pemilihan kini telah diperpanjang, sedangkan proses perhitungan suara terus berlanjut. Perhitungan suara sementara menunjukan partai O'neill telah memenangkan 20 kursi parlemen.
Pada Jumat 27 Juli mendatang, Papua Nugini akan mengumumkan hasil pemilihan, yang diikuti lebih dari 3.400 kandidat dari 46 partai politik. Mereka akan bersaing dalam memperebutkan 111 kursi di parlemen.
Papua Nugini dilanda kebuntuan politik sejak Michael Somare pergi keluar negeri untuk menjalani pengobatan karena sakit. Kemudian pada Juni tahun lalu, keluarganya mengumumkan pengunduran diri Somare karena dia harus menjalani pengobatan di sebuah rumh sakit di Singapura. Setelah sembuh dia kembali menantang O'Neill pengantinya yang ditunjuk anggota parlemen Papua Nugini, sayang Somare tidak dapat mengambil alih jabatanya.
()