11 tentara AS pembakar Al-quran bakal bebas hukuman

Rabu, 20 Juni 2012 - 19:05 WIB
11 tentara AS pembakar...
11 tentara AS pembakar Al-quran bakal bebas hukuman
A A A
Sindonews.com - Militer Amerika Serikat (AS) telah menuntaskan penyelidikan atas 11 orang tentara AS yang melakukan aksi pembakaran Al-quran di Afghanistan beberapa waktu yang lalu. Militer AS menilai bahwa aksi pembekaran kitab suci umat Islam ini bukan tindakan pidana ataupun tindakan penghinaan, melainkan tindakan yang tidak disiplin.

Beberapa waktu yang lalu situasi sempat digemparkan oleh peristiwa pebakaran Al-quran di Afghanistan. "Penyelidikan telah dituntaskan dan kini sedang menunggu tinjauan," ungkap juru bicara militer AS, George Wright

Hasil investigasi telah dikirim ke Pentagon seminggu yang lalu dan kini kami menunggu rekomendasi hukum administratif yang akan dijatuhkan. Dokumen hasil investigasi merupakan laporan yang bersifat sangat rahasia.

Beberapa orang di antara tentara AS yang terlibat aksi ini mungkin akan dibebaskan tanpa hukuman, tujuh orang mungkin akan mendapatkan surat peringatan dan mungkin juga mereka akan mendapatkan tugas tambahan.
()
Berita Terkini
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
15 menit yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
1 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
2 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
2 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
3 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved