Kedubes AS di Libya diserang bom, 1 luka ringan

Kamis, 07 Juni 2012 - 11:39 WIB
Kedubes AS di Libya...
Kedubes AS di Libya diserang bom, 1 luka ringan
A A A
Sindonews.com - Sebuah bom meledak di luar kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Libya, Kota Benghazi, wilayah Libya bagian timur, Rabu 6 Juni 2012 sore.

Pejabat lokal setempat mengatakan, bom meledak di sisi luar konsulat AS di Libya. Ledakan tersebut tidak besar, namun mengakibatkan seorang penjaga misi diplomatik menderita luka ringan.

"Nampaknya bom yang diledakan ini adalah bom rakitan. Bobotnya diperkirakan hanya 500 gram," ungkap petugas kepolisian setempat, seperti diberitakan Xinhua, Kamis (7/6/2012)

Departemen Luar Negeri AS di Washington telah mendengar kabar ini. Mereka langsung meminta pemerintah Libya untuk mengusut tuntas siapa dalang dibalik aksi penyerangan ini.

Akibat ledakan ini penjagaan di depan konsulat jendral AS diperketat. Sebelumnya, dua pekan lalu, ledakan juga terjadi di kota Benghazi. Ledakan terjadi sebelum pemilihan anggota majelis nasional Libya pertama.

Benghazi merupakan kota kedua terbesar di Libya. Wilayah ini merupakan wilayah kelahiran mantan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi. (san)
()
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
1 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
2 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
3 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
4 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
5 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved