Obama restui drone bunuh target di tiga negara

Rabu, 30 Mei 2012 - 16:45 WIB
Obama restui drone bunuh...
Obama restui drone bunuh target di tiga negara
A A A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama secara pribadi menyetujui daftar nama-nama yang akan dijadikan target serangan drone (pesawat tak berawak ).

Seperti diberitakan dalam harian The New York Times, setiap minggu, lebih dari 100 orang anggota keamanan nasional bertemu melalui video teleconferene di Pentagon. Dengan bergantian mereka menjelaskan biografi target yang akan menjadi sasaran drone AS di Yaman, Somalia, Pakistan. Mereka kemudian akan mencalonkan target yang akan menjadi serangan drone AS.

Setelah dicalonkan, identitas mereka kemudian diberikan kepada Obama. Keputusan akhir untuk melancarkan serangan ada di tangan Obama. Jika disetujui, drone AS akan melancarkan serangan ke Yaman, Somalia, dan Pakistan.

"Di tangan Obama keputusan untuk melakukan penyerangan berada. Ia akan menentukan seberapa besar dan seberapa jauh operasi ini akan berjalan," ungkap Penasihat Keamanan AS Thomas Donilon seperti diberitakan dalam Presstv, Rabu (30/5/2012). "Pendapatnya mencerminkan tanggung jawab AS di dunia...Dia menentukan para target," tegas Donilon

The New York Times mengungkapkan, Obama adalah presiden pertama yang melalukan tindakan tersebut. Sebelumnya tidak ada presiden yang melakukan hal demikian. Apa yang dilakukan oleh Obama menuai kritik. Jika Obama memiliki wewenang demikian maka ada kencendrungan Presiden AS akan menjadi hakim, juri, atau eksekutor bagi orang Amerika sendiri. Pasalnya, tahun lalu, seorang warga negara AS, Anwar al-Awlaqi tewas akibat serangan drone di Yaman.

Sementara itu, operasi drone AS mendapat kecaman keras dari warga Pakistan dan Pemerintah. Meskipun AS mengklaim target penyerangan adalah militan dan teroris namun dalam prakteknya tidak demikian, sering kali warga sipil yang menjadi korban.

Drone AS tidak hanya melakukan operasi penyerangan di Yaman, Pakistan, dan Somalia. Afghanistan, Libya dan Irak juga menjadi lokasi operasi drone AS. Di sisi lain, Perserikan Bangsa-Bangsa mengecam operasi penyerangan dengan menggunakan drone. Padahal, metode militer AS itu bertentangan dengan hukum internasional.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta pada Minggu 27 Mei lalu membela penggunaan drone. Panetta mengatakan drone adalah senjata yang paling tepat untuk kampanye melawan Alqaeda. Setiap hari, 21 orang tewas akibat serangan drone di seluruh dunia.
()
Berita Terkini
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
39 menit yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
54 menit yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
2 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
3 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
4 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved