AS tuding China agresor cyber terbesar di dunia

Sabtu, 19 Mei 2012 - 18:13 WIB
AS tuding China agresor...
AS tuding China agresor cyber terbesar di dunia
A A A
Sindonews.com - Pentagon sebut China sebagai negara agresor cyber (dunia maya) nomer satu di dunia terhadap sistem pertahanan Amerika Serikat (AS).

Dalam laporan yang dirilis oleh Pentagon, "China sangat gigih meretas sistem cyber AS, kegiatan mata-mata merupakan sebuah ancaman nyata bagi perekonomian AS," seperti diberitakan dalam RT, Sabtu (19/5/2012).

Laporan rutin Pentagon kali ini menyoroti pengembangan militer dan keamanan China tahun 2012. Pentagon mengatakan, jumlah biaya yang dihabiskan oleh China untuk belanja militer pada tahun 2011 mencapai USD180 miliar, lebih besar dari angka yang diperkirakan oleh Pentagon. Pentagon menilai dana tersebut diinvestasi untuk mengumpulkan data intelejen strategis dengan cara meretas cyber.

"Orang China adalah pelaku kejahatan yang paling aktif dalam memata-matai kegiatan ekonomi. China berupaya mengumpulkan informasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi AS, jika dibiarkan maka mereka akan mengancam pertumbuhan ekonomi AS," ungkap laporan tersebut.

Pentagon tidak menyebutkan secara detail institusi atau individu mana yang melakukan peretasan cyber terhadap AS, mereka hanya mengungkap mata-mata berasal dari China.

Asisten Sekretaris Pertahanan, AS, David Helvey mengatakan AS yakin bahwa serangan cyber terhadap pertahanan AS datang dari China namun AS masih menahan diri untuk tidak menunjuk pemerintah China secara langsung. Ia prihatin terhadap China yang menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk perang dunia maya. Operasi ini sangat mengganggu AS dan juga negara lain di dunia.

Berdasarkan hasil penelitian yang kelompok Capital Alpha Partners LLC, jika China berhasil memanfaatkan spionase cyber maka China akan mengeluarkan senjata baru yang setara dengan milik AS.

Selain itu, rencana pengembangan militer dan keamanan China tahun 2012 bertujuan untuk melestarikan kekuasaan partai komunis dan memungkinkan penyerangan ke Selat Taiwan. "Sejauh ini , tidak ada tanda-tanda China akan mundur dari Selat Taiwan," ungkap Helvey.

Hubungan China dan Taiwan semakin buruk setelah AS menjual senjata ke Taiwan. Pemerintah China tidak segan-segan menyerang Taiwan jika mereka berani memerdekakan diri dari China. China menilai kemerdekaan merupakan pembangkangan dan harus disembuhkan.

Pentagon menilai meningkatkan kekuatan Angkatan Laut China bertujuan menakut-nakuti pemerintah AS, dengan pengembangkan rudal balistik anti kapal yang akan menjadi ancaman bagi kapal induk AS.
()
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
12 menit yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
52 menit yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved