Arab Saudi sulit penuhi pasokan minyak ke UE
Kamis, 03 Mei 2012 - 17:00 WIB
Arab Saudi sulit penuhi pasokan minyak ke UE
A
A
A
Sindonews.com - Pejabat senior perusahaan minyak nasional Iran, National Iranian Oil Company (NIOC), Seyyed Mohsen Qamsari mengumumkan, Arab Saudi tidak akan mampu menutupi kekurangan minyak di pasar Uni Eropa (UE). Itu terjadi jika Iran sampai menghentikan ekspornya ke UE.
"Saya yakin, Arab Saudi tidak akan mampu menggantikan posisi Iran dalam pasar minyak internasional," ungkap Qamsari seperti diberitakan dalam Presstv, Kamis (3/5/2012)
Sebelumnya, pada 23 Januari lalu UE telah sepakat mejatuhkan sanksi kepada Iran, mulai 1 Juli mendatang. Pengetatan sanksi dilakukan karena pihak barat bersikeras mengklaim Iran mengembangkan program nuklir untuk tujuan militer. Sanksi yang akan dijatuhkan nantinya adalah larangan membeli berbagai produk olahan minyak Iran dan membekukan semua aset Iran yang berada di UE.
Keputusan tersebut diambil oleh UE setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan angka produksi bisa ditingkatkan untuk menghasilkan minyak mentah sebanyak 12,5 juta barel per hari. Riyadh saat ini memproduksi sekitar 9.500.000 barel per hari. Dalam kondisi apa pun Arab Saudi siap unutuk memenuhi permintaan minyak global.
Saat ini, keadaan pasar minyak dunia berada dalam keadaan seimbangIaran tidak akan mengalami penurunan ekspor minyak, jika ekspor minyak Iran ke pasar UE dihentikan, maka Iran akan dengan mudah menemukan pasar di kawasan lain.
"Saya yakin, Arab Saudi tidak akan mampu menggantikan posisi Iran dalam pasar minyak internasional," ungkap Qamsari seperti diberitakan dalam Presstv, Kamis (3/5/2012)
Sebelumnya, pada 23 Januari lalu UE telah sepakat mejatuhkan sanksi kepada Iran, mulai 1 Juli mendatang. Pengetatan sanksi dilakukan karena pihak barat bersikeras mengklaim Iran mengembangkan program nuklir untuk tujuan militer. Sanksi yang akan dijatuhkan nantinya adalah larangan membeli berbagai produk olahan minyak Iran dan membekukan semua aset Iran yang berada di UE.
Keputusan tersebut diambil oleh UE setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan angka produksi bisa ditingkatkan untuk menghasilkan minyak mentah sebanyak 12,5 juta barel per hari. Riyadh saat ini memproduksi sekitar 9.500.000 barel per hari. Dalam kondisi apa pun Arab Saudi siap unutuk memenuhi permintaan minyak global.
Saat ini, keadaan pasar minyak dunia berada dalam keadaan seimbangIaran tidak akan mengalami penurunan ekspor minyak, jika ekspor minyak Iran ke pasar UE dihentikan, maka Iran akan dengan mudah menemukan pasar di kawasan lain.
()