ECOWAS kirim pasukan ke Mali dan G Bissau
Jum'at, 27 April 2012 - 16:47 WIB
ECOWAS kirim pasukan ke Mali dan G Bissau
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Organisasi Afrika Barat akan menggirim pasukan ke dua negara Mali dan G Bissau untuk membantu mengembalikan pemerintahan ke tangan sipil paska Kudeta militer.
Organisasi ekonomi Afrika, Barat Economic Community of West African States (ECOWAS) mengadakan pertemuan darurat pada hari Kamis. Negara anggota ECOWAS sepakat mengirimkan pasukan bantuan ke Mali, guna mendukung perjuangan pemerintah transisi mengontrol pemberontak di negara tersebut.
"Para kepala negara sepakat untuk membantu Mali, kembali membantu persatuan dalam wilayah teritorialnya. ECOWAS juga akan segera mengirimkan 500 hingga 600 pasukan Guinea-Bissau " demikian peryataan rilis hasil pertemuan di kota Abidjan, Pantai Gading seperti diberitakan dalam Al-Jazeera Jumat, (27/4/2012)
Wakil menteri pertahanan, Pantai Gading, Paul Koffi Koffi mengatakan kepada AP, "ECOWAS akan mengirim 3000 pasukan ke Mali."
Pemimpin sah Mali digulingkan bulan lalu, Junta militer mali Dioncounda Traore sepakat untuk menyerahkan kekuasaan ketangan sipil setelah mengadakan perundingan dengan ECOWAS. Junta militer Mali tidak mampu mengatasi aksi pemberontak yang terus meluas di Mali.
Organisasi ekonomi Afrika, Barat Economic Community of West African States (ECOWAS) mengadakan pertemuan darurat pada hari Kamis. Negara anggota ECOWAS sepakat mengirimkan pasukan bantuan ke Mali, guna mendukung perjuangan pemerintah transisi mengontrol pemberontak di negara tersebut.
"Para kepala negara sepakat untuk membantu Mali, kembali membantu persatuan dalam wilayah teritorialnya. ECOWAS juga akan segera mengirimkan 500 hingga 600 pasukan Guinea-Bissau " demikian peryataan rilis hasil pertemuan di kota Abidjan, Pantai Gading seperti diberitakan dalam Al-Jazeera Jumat, (27/4/2012)
Wakil menteri pertahanan, Pantai Gading, Paul Koffi Koffi mengatakan kepada AP, "ECOWAS akan mengirim 3000 pasukan ke Mali."
Pemimpin sah Mali digulingkan bulan lalu, Junta militer mali Dioncounda Traore sepakat untuk menyerahkan kekuasaan ketangan sipil setelah mengadakan perundingan dengan ECOWAS. Junta militer Mali tidak mampu mengatasi aksi pemberontak yang terus meluas di Mali.
()