Bo Xilai disingkirkan dari jajaran elit partai

Kamis, 12 April 2012 - 09:27 WIB
Bo Xilai disingkirkan...
Bo Xilai disingkirkan dari jajaran elit partai
A A A
Sindonews.com – Bo Xilai, petinggi Partai Komunis China, disingkirkan dari jajaran elite partai berkuasa itu. Penyingkiran Bo seiring tuduhan terhadap istrinya, Gu Kailai, yang didakwa terkait pembunuhan Neil Heywood, pengusaha asal Inggris.

Skandal ini mengagetkan publik Jepang dan mengguncang rencana suksesi kepemimpinan China. Keputusan memberangus Bo dari Komite Pusat Partai Komunis dan Politburo mengakhiri karier politiknya yang cemerlang. Apalagi sebelumnya, politikus paling kontroversial di China itu diperkirakan menduduki jabatan puncak dalam kepemimpinan China ke depan. Komite Pusat itu merupakan sebuah dewan yang terdiri atas 200 anggota elite Partai Komunis.

Mereka bertemu setiap satu tahun sekali untuk membahas perkembangan partai. Adapun Politburo merupakan dewan yang memiliki kekuatan lebih berpengaruh dibandingkan Komite Pusat. Politburo terdiri atas 24 orang anggota Komite Pusat. Kantor berita Xinhua memastikan bahwa Bo diberhentikan dari posisinya di Partai Komunis. “Bo Xilai diduga terlibat serangkaian pelanggaran disiplin yang serius,” ungkap laporan Xinhua, mengutip keputusan Partai Komunis yang membuang Bo dari jajaran elite.

“Polisi juga membentuk sebuah tim yang menginvestigasi kembali kasus pembunuhan warga negara Inggris, Neil Heywood, yang ditemukan tewas di Chongqing,” demikian laporan Xinhua. Pembunuhan itu terjadi di Kota Chongqing yang dipimpin Bo, sebelum dia disingkirkan sebagai wali kota pada Maret silam. Bukti yang ada mengindikasi kalau kematian Heywood karena bunuh diri.

Namun, Gu Kailai dan Zhang Xiaojun, asisten di rumah Bo, diduga sebagai tersangka kuat. Ada juga dugaan bahwa ada kepentingan ekonomi antara Gu dan Heywood yang melatarbelakangi konflik kedua pihak.Gu dan Zhang telah ditahan otoritas keamanan China. Informasi mengenai pemecatan Bo dan kasus terbaru istrinya menjadi petunjuk kuat skandal yang sedang menjeratnya.

Sebelumnya,Wang Lijun, wakil wali kota pada peme-rintahan Bo, mencari suaka ke konsulat Amerika Serikat (AS) pada Februari silam. Alasan Wang mencari perlindungan itu karena dia menuduh Gu terlibat dalam pembunuhan Heywood. Namun,skandal Bo itu tidak dianggap kasus pribadi semata. Kasus itu ternyata dimanfaatkan seiring persaingan ketat antara para elit China.Bahkan, rumor menyebutkan ada upaya kudeta terhadap pemerintahan China saat ini.

“Ini menunjukkan para petinggi Partai Komunis telah mencapai kesepakatan bahwa perlu bersama-sama menjalankan suksesi kepemimpinan.Mereka juga ingin mengakhiri banyaknya spekulasi di sekitar kasus Bo,” kata Steve Tsang, profesor kajian China di Universitas Nottingham Inggris,dikutip Reuters. (wbs)
()
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
42 menit yang lalu
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
1 jam yang lalu
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
5 jam yang lalu
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
6 jam yang lalu
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
7 jam yang lalu
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
8 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved