4 tewas dalam baku tembak tentara Filipina dan Abu sayyaf
Kamis, 05 April 2012 - 13:52 WIB
4 tewas dalam baku tembak tentara Filipina dan Abu sayyaf
A
A
A
Sindonews.com - Baku tembak antara militan Abu Sayyaf dan tentara milisi pemerintah Filipina pecah di sebuah daerah terpencil di Provinsi Basilan, Filipina bagian Selatan.
Komandan militer gabungan Basilan dan kepala pasukan 104, Kolonel Ricado Visaya melaporkan, empat orang dilaporkan tewas dalam pertempuran itu. Tiga di antara empat orang yang tewas adalah milisi pemerintah Filipina. Visaya mengatakan selain tiga orang tewas, tujuh orang anggota SCAA mengalami luka tembak.
"Baku tembak pecah ketika pasukan khusus Special Cafgu Armed Auxiliary (SCAA) sedang melakukan patroli di daerah pedesaan di kota Sumisip pukul 05.45. Mereka tiba-tiba disergap oleh kelompok Abu Sayyaf," ungkap Visaya seperti diberitakan dalam Xinhuanet, Kamis (5/4/2012).
Pertempuran berakhir pukul 07.00 pagi tadi setelah kelompok Abu Sayyaf mundur. Pasukan militer Filipina telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran.
SCAA adalah orang-orang yang khusus dilatih dan dipersenjatai untuk mengamankan bisnis. Setelah beberapa waktu mereka tidak mendapatkan gaji dari perusahaan yang mempekerjakan mereka, Filipina akhirnya melatih mereka ke dalam pasukan militer.
Komandan militer gabungan Basilan dan kepala pasukan 104, Kolonel Ricado Visaya melaporkan, empat orang dilaporkan tewas dalam pertempuran itu. Tiga di antara empat orang yang tewas adalah milisi pemerintah Filipina. Visaya mengatakan selain tiga orang tewas, tujuh orang anggota SCAA mengalami luka tembak.
"Baku tembak pecah ketika pasukan khusus Special Cafgu Armed Auxiliary (SCAA) sedang melakukan patroli di daerah pedesaan di kota Sumisip pukul 05.45. Mereka tiba-tiba disergap oleh kelompok Abu Sayyaf," ungkap Visaya seperti diberitakan dalam Xinhuanet, Kamis (5/4/2012).
Pertempuran berakhir pukul 07.00 pagi tadi setelah kelompok Abu Sayyaf mundur. Pasukan militer Filipina telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran.
SCAA adalah orang-orang yang khusus dilatih dan dipersenjatai untuk mengamankan bisnis. Setelah beberapa waktu mereka tidak mendapatkan gaji dari perusahaan yang mempekerjakan mereka, Filipina akhirnya melatih mereka ke dalam pasukan militer.
()