Di tengah kekerasan, Suriah gelar referendum

Senin, 27 Februari 2012 - 09:48 WIB
Di tengah kekerasan,...
Di tengah kekerasan, Suriah gelar referendum
A A A
Sindonews.com - Suriah tetap menggelar referendum walaupun aksi kekerasan tetap terjadi. Tercatat, 30 orang tewas dalam proses referendum yang dipercaya akan mengubah konstitusi tersebut.

Untuk menggelar referendum ini pemerintah Suriah mempersiapkan 13.000 tempat pemungutan suara untuk menjaring suara dari 14,6 juta orang.

Televisi pemerintah menayangkan rakyat Suriah memberikan suaranya di Damaskus dan beberapa kota lainnya di Suriah.

Wartawan BBC Jim Muir yang melaporkan dari Lebanon mengatakan dalam tayangan televisi itu semuanya nampak sangat normal.

Bahkan dalam tayangan itu, nampak Presiden Bashar al-Assad ikut memberikan suaranya di salah satu lokasi pemungutan suara.

Namun, hasil referendum ini banyak diragukan, karena sejak awal kelompok oposisi anti Presiden Assad sejak awal menyatakan memboikot referendum tersebut.

Meski banyak diragukan, Presiden Assad meyakini undang-undang baru hasil referendum ini merupakan elemen kunci dalam proses reformasi ini.

Wartawan BBC melaporkan Presiden Assad bahkan sangat yakin referendum ini berlangsung sukses dan akan menjadikan Suriah sebagai perintis demokrasi Timur Tengah.

Di bawah konstitusi baru ini sistem politik multi partai akan menggantikan sistem satu partai yang kini sangat dinikmati Partai Baath.

Kelompok oposisi menolak rencana ini karena pemerintah Suriah mengabaikan berbagai elemen konstitusi lama yang justru menjamin kebebasan berpolitik dan melarang penyiksaan.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mempertanyakan waktu digelarnya referendum Suriah.

"Di satu sisi anda menggelar referendum, namun di sisi lain Anda menyerang warga sipil menggunakan tank," kata Davutoglu seperti dikutip BBC, Senin (27/2/2012).

Sedangkan pemerintah Amerika Serikat menjuluki referendum Suriah ini sebagai hal yang sangat menggelikan.(azh)
()
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
52 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved