Akibat cuaca ekstrem, pasokan gas Rusia menurun

Sabtu, 04 Februari 2012 - 19:23 WIB
Akibat cuaca ekstrem,...
Akibat cuaca ekstrem, pasokan gas Rusia menurun
A A A
Sindonews.com - Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda seluruh daratan Eropa, keinginan Uni Eropa untuk menambah pasokan gas kepada negara anggota menghadapi kendala karena pasokan gas dari Rusia menurun mencapai 30 persen.

Bahkan walaupun belum mencapai tingkat darurat, sejak negara anggota UE saling melakukan koordinasi untuk saling membantu dan meningkatkan kapasitas fasilitas penyimpanan gas. Komisi UE telah menyatakan keadaan waspada kepada komite pengawasan gas.

"Rusia telah melalui satu periode musim yang sangat dingin dan membutuhkan lebih banyak gas untuk menjaga warganya agar tetap hangat," ungkap Juru Bicara Komisi UE, Marlene Holzner seperti dikutip dalam Fox news, Sabtu (3/2/2012).

Dia juga mengatakan kontrak gas dengan Rusia dalam kasus tertentu, berlaku asas fleksibilitas di mana mereka juga membutuhkan gas. Hal ini adalah situasi dimana Rusia sedang menghadapinya sekarang. "Musim dingin di Rusia sangat parah suhu menurun hingga mencapai minus 35 C (minus 30 F)," tambahnya.

Sementara Rusia menyalahkan Ukraina atas kekurangan pasokan gas di negaranya dengan mengatakan bahwa "Kiev" menyedot pasokan lebih dari yang tertulis dalam perjanjian. Namun pihak berwenang di Ukraina membantah tuduhan tersebut.

Menteri Energi dan Bahan Bakar Ukraina, Yuri Boiko mengatakan pihak Rusia telah mengirim pasokan gas kurang dari 15 persen dari biasanya akibat konsumsi dalam negeri meningkat karena cuaca dingin.

Dalam satu dekade Rusia dan Ukraina telah dua kali terlibat perselisihan semenjak Eropa mengalami kekurangan pasokan gas, yang menyebabkan puluhan juta orang di benua ini tanpa penghangat.

UE sendiri telah berupaya meningkatkan koordinasi di dalam blok untuk memastikan tidak ada negara anggota UE yang akan mengalami kekurangan energi gas akibat adanya perselisihan pembayaran antara Rusia dan Ukraina.

Holzner mengatakan kebijakan untuk melunasi biaya pembayaran terhadap Rusia meyebabkan pengiriman melambat pada minggu ini ke Polandia, Slowakia, Austria, Hungaria, Bulgaria Rumania, Yunani dan Italia.

Kedepannya untuk mencegah potensi krisis lebih besar UE telah mengambil langkah awal dengan memberitahukan pihak-pihak berwenang seperti industri, perwakilan konsumen dan negara-negara anggota UE. (ank)
()
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
1 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
2 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
4 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
5 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
6 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved