Pemerintah Pakistan tidak berperang dengan militer
Sabtu, 07 Januari 2012 - 18:38 WIB
Pemerintah Pakistan tidak berperang dengan militer
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Pakistan Asif ali Zardari menyatakan, pemerintahannya tidak sedang berperang dengan militer dan pengadilan.
Pernyataan itu dia ungkapkan setelah Amerika Serikat menerima memo tak bernama yang meminta bantuan AS untuk membatasi pergerakan militer di Pakistan.
Memo tersebut di duga di kirim kepada Kepala Staf Gabungan AS Laksamana Mullen Mei pada Oktober 2011.
Ketegangan antara militer Pakistan dan pemerintahan Zadari memuncak setelah munculnya memo tersebut.
"Kami tidak sedang berperang dengan pengadilan bahkan dengan pihak militer. Tidak ada perang sama sekali di negara ini," kata Zadari pada Geo TV, Sabtu (7/1/2012).
"Kamu pikir ini bentrokan, tapi saya pikir ini sebuah bagian evolusi. Bentrokan ini akan berkembang dan kemudian akan mereda dengan sendirinya," tambah Zadari.
Mansoor Ijaz, seorang Pengusaha mengatakan, mungkin Zadari takut militer akan mengulingkan pemerintahannya dan menuduh Husain Haqqani, duta besar Pakistan di AS yang telah meminta dukungan presiden.
Haqqani kini telah mengundurkan diri dari jabatanya, ia juga membantah dalam surat kabar Inggris Telegraph tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya itu palsu dan ini merupakan bagian dari perang psikologis melawan dirinya.
"Jelas ada masalah yang menyangkut keamanan yang di ciptakan," ucap Haqqani. (wbs)
Pernyataan itu dia ungkapkan setelah Amerika Serikat menerima memo tak bernama yang meminta bantuan AS untuk membatasi pergerakan militer di Pakistan.
Memo tersebut di duga di kirim kepada Kepala Staf Gabungan AS Laksamana Mullen Mei pada Oktober 2011.
Ketegangan antara militer Pakistan dan pemerintahan Zadari memuncak setelah munculnya memo tersebut.
"Kami tidak sedang berperang dengan pengadilan bahkan dengan pihak militer. Tidak ada perang sama sekali di negara ini," kata Zadari pada Geo TV, Sabtu (7/1/2012).
"Kamu pikir ini bentrokan, tapi saya pikir ini sebuah bagian evolusi. Bentrokan ini akan berkembang dan kemudian akan mereda dengan sendirinya," tambah Zadari.
Mansoor Ijaz, seorang Pengusaha mengatakan, mungkin Zadari takut militer akan mengulingkan pemerintahannya dan menuduh Husain Haqqani, duta besar Pakistan di AS yang telah meminta dukungan presiden.
Haqqani kini telah mengundurkan diri dari jabatanya, ia juga membantah dalam surat kabar Inggris Telegraph tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya itu palsu dan ini merupakan bagian dari perang psikologis melawan dirinya.
"Jelas ada masalah yang menyangkut keamanan yang di ciptakan," ucap Haqqani. (wbs)
()