Bernie Sanders Mengundurkan Diri sebagai Capres AS

Kamis, 09 April 2020 - 11:17 WIB
Bernie Sanders Mengundurkan...
Bernie Sanders Mengundurkan Diri sebagai Capres AS
A A A
WASHINGTON - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, mengundurkan diri. Pengunduran diri Sanders membuka jalan bagi mantan Wakil Presiden, Joe Biden, bertarung dengan presiden petahana Donald Trump pada pemilu AS 3 November mendatang.

Sanders mengatakan tidak lagi mempunyai peluang untuk menang setelah kalah dalam sejumlah kontestasi dari Biden. Meski begitu, ia berjanji akan bekerja sama dengan mantan pesaingnya yang lebih moderat itu untuk menggulingkan Trump.

Senator asal Vermont itu juga mengatakan bahwa wabah virus Corona, yang membuatnya keluar dan membatasi kemampuannya untuk menyampaikan pesannya dalam kampanye, membutuhkan respons luas dan perhatian mendesak di Kongres.

"Saya tidak bisa dengan hati nurani terus melancarkan kampanye yang tidak bisa menang, dan yang akan mengganggu pekerjaan penting yang diperlukan dari kita semua di saat yang sulit ini," katanya dalam pidato yang disiarkan langsung kepada para pendukung dari kota asalnya di Burlington, Vermont.

Pria berusia 78 tahun itu mengaku ini adalah keputusan yang sulit dan menyakitkan, tetapi ia menegaskan akan tetap memegang hak pilih dalam pemilihan pendahuluan di masa depan dan terus mengumpulkan delegasi untuk mendorong platform Partai Demokrat menuju agenda anti-korporat populis, termasuk kenaikan sistem perawatan kesehatan yang dikelola pemerintah dan pajak untuk orang kaya.

Menanggapi pengunduran diri Sanders, Biden dalam sebuah pernyataan memuji rivalnya itu dan berjanji ide-idenya akan dimasukkan dalam kampanye perlombaan menuju Gedung Putih.

"Aku melihatmu, aku mendengarmu, dan aku mengerti urgensi apa yang harus kita lakukan di negara ini," kata Biden kepada pendukung Sanders. "Aku harap kamu akan bergabung dengan kami. Sama-sama. Anda dibutuhkan," sambungnya.

Dengan mundurnya Sanders, membuka pertempuran panjang antara Biden dengan Trump menuju kursi di Gedung Putih. Pertarungan keduanya diperkirakan akan berkisar pada penanganan Trump terhadap krisis kesehatan masyarakat yang telah menjungkirbalikkan semua aspek kehidupan AS dan mengguncang ekonomi negara.

Biden mengisyaratkan dia siap menghadapi pertarungan yang brutal dalam pemilihan umum dan tantangan dalam mencoba menyatukan sayap liberal dan moderat di tubuh Partai Demokrat.

"Ini akan menjadi sangat berat dan saya duga kampanye akan cukup kejam," ujar Biden kepada pada pendonor di acara penggalangan dana online setelah pengumuman Sanders.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
20 menit yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
1 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
2 jam yang lalu
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
3 jam yang lalu
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
4 jam yang lalu
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved