Satu Personel Polisi India Tewas Dalam Bentrokan di New Delhi

loading...
Satu Personel Polisi India Tewas Dalam Bentrokan di New Delhi
Satu Personel Polisi India Tewas Dalam Bentrokan di New Delhi
NEW DELHI - Seorang polisi terbunuh dan belasan orang terluka dalam bentrokan yang terjadi di New Delhi, India, Senin (24/2). Aksi demo yang melibatkan ribuan orang itu bertujuan untuk menentang undang-undang kewarganegaraan baru di India. Unjuk rasa ini terjadi selama beberapa jam sebelum kunjungan perdana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke India.

Seorang pejabat polisi mengatakan kepada Reuters, satu personel polisi tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat. Sementara seorang pejabat di Rumah Sakit GTB di Delhi mengatakan, lebih dari 35 orang yang terluka dalam bentrokan itu saat ini sedang menjalani perawatan. Mitra Reuters, ANI melaporkan bahwa satu warga sipil juga tewas, tetapi Reuters tidak dapat memastikannya.

Wartawan Reuters melihat beberapa kendaraan dibakar, barikade logam dirobohkan, dan asap tebal mengepul ketika para pendukung undang-undang baru itu bentrok dengan kubu lawan. Polisi menggunakan gas air mata dan granat asap untuk membubarkan kerumunan.

Kedua kubu yang bertikai saling melemparkan batu dan mengubah jalanan menjadi zona pertempuran bertabur batu. Lokasi aksi berada sekitar 11 mil dari tempat Trump akan bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk melakukan pembicaraan pada Selasa (25/2).

Para pengunjuk rasa tampaknya terbagi dalam kelompok agama dan beberapa berulang kali memuji dewa Hindu Ram sambil melempari batu ke arah kelompok mayoritas Muslim yang menentang undang-undang baru. Seorang saksi mata Reuters melihat setidaknya seorang pria Muslim dan seorang wanita berbaju burqa dipukuli oleh puluhan pemrotes pro-undang-undang dengan tongkat dan tongkat besi.

Polisi juga dilaporkan hanya berdiri ketika gerombolan perusak melakukan aksi anarkis dengan merusak toko dengan nama Muslim. Massa juga mengeluarkan kendaraan dan membakarnya. "Silahkan dan lemparkan batu," teriak seorang polisi kepada pengunjuk rasa yang mendukung undang-undang baru tersebut.



Menteri Dalam Negeri India, G. Kishan Reddy mengatakan, kekerasan itu adalah "konspirasi untuk mempermalukan India secara global" selama kunjungan Trump. "Kami telah mengerahkan pasukan tambahan, dan kami akan melakukan segalanya untuk mengendalikan hukum dan ketertiban," katanya kepada mitra Reuters, ANI.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top