Satu Personel Polisi India Tewas Dalam Bentrokan di New Delhi

Selasa, 25 Februari 2020 - 02:18 WIB
Satu Personel Polisi...
Satu Personel Polisi India Tewas Dalam Bentrokan di New Delhi
A A A
NEW DELHI - Seorang polisi terbunuh dan belasan orang terluka dalam bentrokan yang terjadi di New Delhi, India, Senin (24/2). Aksi demo yang melibatkan ribuan orang itu bertujuan untuk menentang undang-undang kewarganegaraan baru di India. Unjuk rasa ini terjadi selama beberapa jam sebelum kunjungan perdana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke India.

Seorang pejabat polisi mengatakan kepada Reuters, satu personel polisi tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat. Sementara seorang pejabat di Rumah Sakit GTB di Delhi mengatakan, lebih dari 35 orang yang terluka dalam bentrokan itu saat ini sedang menjalani perawatan. Mitra Reuters, ANI melaporkan bahwa satu warga sipil juga tewas, tetapi Reuters tidak dapat memastikannya.

Wartawan Reuters melihat beberapa kendaraan dibakar, barikade logam dirobohkan, dan asap tebal mengepul ketika para pendukung undang-undang baru itu bentrok dengan kubu lawan. Polisi menggunakan gas air mata dan granat asap untuk membubarkan kerumunan.

Kedua kubu yang bertikai saling melemparkan batu dan mengubah jalanan menjadi zona pertempuran bertabur batu. Lokasi aksi berada sekitar 11 mil dari tempat Trump akan bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk melakukan pembicaraan pada Selasa (25/2).

Para pengunjuk rasa tampaknya terbagi dalam kelompok agama dan beberapa berulang kali memuji dewa Hindu Ram sambil melempari batu ke arah kelompok mayoritas Muslim yang menentang undang-undang baru. Seorang saksi mata Reuters melihat setidaknya seorang pria Muslim dan seorang wanita berbaju burqa dipukuli oleh puluhan pemrotes pro-undang-undang dengan tongkat dan tongkat besi.

Polisi juga dilaporkan hanya berdiri ketika gerombolan perusak melakukan aksi anarkis dengan merusak toko dengan nama Muslim. Massa juga mengeluarkan kendaraan dan membakarnya. "Silahkan dan lemparkan batu," teriak seorang polisi kepada pengunjuk rasa yang mendukung undang-undang baru tersebut.

Menteri Dalam Negeri India, G. Kishan Reddy mengatakan, kekerasan itu adalah "konspirasi untuk mempermalukan India secara global" selama kunjungan Trump. "Kami telah mengerahkan pasukan tambahan, dan kami akan melakukan segalanya untuk mengendalikan hukum dan ketertiban," katanya kepada mitra Reuters, ANI.
(esn)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
41 menit yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
3 jam yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
7 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
8 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Humaira Asghar...
Profil Humaira Asghar Ali, Artis Pakistan yang Tewas di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved