UE Desak Semua Pihak Tahan Diri Pasca Kematian Soleimaini
Minggu, 05 Januari 2020 - 14:32 WIB
UE Desak Semua Pihak Tahan Diri Pasca Kematian Soleimaini
A
A
A
BRUSSELS - Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell meminta semua pihak untuk menahan diri dari melakukan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan, pasca kematian komandan Pasukan Quds Korps IRGC, Qassem Soleimani. Pemimpin pasukan elit Iran itu tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak.
Melalui akun Twitternya, Borrell mengatakan, dia sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Dalam pertemuan itu, papar Borrell, dia menekankan pentingnya untuk meredam ketegangan pasca kematian Soleimaini.
“Berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran tentang perkembangan terakhir. Menggarisbawahi kebutuhan untuk mengurangi ketegangan, untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut," kicau Borrell, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (5/1/2020).
Borrell kemudian mengatakan, dalam pertemuan itu dia juga mendesak Zarif untuk mempertahankan perjanjian nuklir yang dinegosiasikan antara Iran dan anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, Inggris, Prancis, China, Rusia, dan AS, ditambah dengan Jerman.
"Kami juga membahas betapa pentingnya menjaga JCPOA, yang tetap penting untuk keamanan global. Saya berkomitmen untuk berperan sebagai koordinator,” ujar Borrell, menggunakan nama resmi kesepakatan nuklir.
Melalui akun Twitternya, Borrell mengatakan, dia sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Dalam pertemuan itu, papar Borrell, dia menekankan pentingnya untuk meredam ketegangan pasca kematian Soleimaini.
“Berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran tentang perkembangan terakhir. Menggarisbawahi kebutuhan untuk mengurangi ketegangan, untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut," kicau Borrell, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (5/1/2020).
Borrell kemudian mengatakan, dalam pertemuan itu dia juga mendesak Zarif untuk mempertahankan perjanjian nuklir yang dinegosiasikan antara Iran dan anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, Inggris, Prancis, China, Rusia, dan AS, ditambah dengan Jerman.
"Kami juga membahas betapa pentingnya menjaga JCPOA, yang tetap penting untuk keamanan global. Saya berkomitmen untuk berperan sebagai koordinator,” ujar Borrell, menggunakan nama resmi kesepakatan nuklir.
(esn)