Bill Clinton Sarankan Presiden Trump Abaikan Prosiding Pemakzulan

Jum'at, 15 November 2019 - 10:45 WIB
Bill Clinton Sarankan...
Bill Clinton Sarankan Presiden Trump Abaikan Prosiding Pemakzulan
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton, yang hampir dimakzulkan selama masa jabatannya, menyarankan Presiden Donald Trump untuk mengabaikan prosiding pemakzulan. Menurutnya, lebih baik pemimpin Amerika tersebut fokus bekerja untuk negara dan rakyat.

Kongres atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika yang dikuasai Partai Demokrat telah mengadakan rapat dengar pendapat publik pertamanya pada hari Rabu dalam penyelidikan pemakzulan terhadap Trump.

Pemimpin Amerika itu hendak dimakzulkan atas tuduhan menekan pemerintah asing—Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky—untuk menyelidiki saingan politik dalam negeri, yakni mantan wakil presiden Joe Biden yang jadi bakal calon presiden Partai Demokrat 2020.

Bill Clinton tidak malu menawarkan wawasan tentang bagaimana Trump menangani prospek pemakzulan, meski dirinya bagian dari kubu Partai Demokrat.

"Pesan saya adalah, lihat, Anda disewa untuk melakukan pekerjaan," kata Bill Clinton saat wawancara telepon dengan CNN.

"Anda tidak mendapatkan kembali hari-hari yang Anda lewati. Setiap hari adalah kesempatan untuk membuat sesuatu yang baik terjadi. Dan saya akan berkata; 'Saya punya pengacara dan staf yang menangani penyelidikan pemakzulan ini, dan mereka seharusnya melakukan (perkerjaan)-nya saja...' Sementara itu, saya akan bekerja untuk rakyat Amerika. Itulah yang akan saya lakukan," papar suami mantan calon presiden Hillary Clinton tersebut, yang dilansir Jumat (15/11/2019).

Trump telah berkali-kali mengatakan bahwa dia tidak akan bekerja sama dengan Kongres ketika majelis parlemen itu yang dikontrol Partai Demokrat menyelidiki dirinya. Padahal, ada beberapa masalah yang akan memerlukan persetujuan Kongres termasuk kesepakatan perdagangan dengan China dan undang-undang untuk menurunkan harga obat.

Bill Clinton juga mengkritik tindakan pemerintah Trump mengenai kekerasan senjata. Mantan presiden—yang menandatangani larangan serangan senjata pada tahun 1994 dan larangan itu telah berakhir—menyarankan bahwa "pelobi senjata" telah menarik Trump kembali untuk meloloskan undang-undang senjata.

Pemerintahan Trump telah melakukan pembicaraan dengan anggota parlemen awal tahun ini setelah penembakan massal berturut-turut terjadi di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio. Trump menyatakan keterbukaannya untuk pemeriksaan latar belakang pemegang senjata, meski pembicaraan dengan anggota parlemen itu mengalami kebuntuan.

Jaksa Agung William Barr pada hari Rabu mengumumkan inisiatif yang berfokus pada penuntutan kejahatan senjata secara lebih ketat. Ditanya tentang potensi tindakan Kongres terhadap kekerasan senjata, Barr mengatakan kepada wartawan bahwa negosiasi telah dikesampingkan karena proses pemakzulan presiden.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
40 menit yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
1 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
2 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
3 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
4 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved