Amnesty Desak Penghentian Demonstrasi Berdarah di Irak

Minggu, 10 November 2019 - 21:13 WIB
Amnesty Desak Penghentian...
Amnesty Desak Penghentian Demonstrasi Berdarah di Irak
A A A
LONDON -

Amnesty International menyerukan pihak berwenang Irak untuk segera mengendalikan pasukan keamanan dalam menghadapi demonstran. Seruan ini datang di tengah meningkatnya korban tewas dalam demonstrasi yang terjadi di Irak.

Dalam sebuah pernyataan, Amnesty International mengatakan, ratusan demonstran tewas di seluruh Irak hanya dalam sebulan. Kelompok yang berbasis di London, Inggris tersebut menyebutkan hal ini sebagai pertumpahan darah.

"Meminta pihak berwenang untuk mengakhiri penggunaan kekuatan mematikan yang melanggar hukum dan mereka yang bertanggung jawab untuk itu harus dibawa ke pengadilan," kata Amnesty International, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (10/11/2019).

Sebelumnya, Komisi Tinggi Independen untuk Hak Asasi Manusia Irak (IHCR) menuturkan, sebanyak 301 orang tewas dalam aksi demonstrasi anti pemerintah yang mengguncang Irak. Sementara itu hampir 15 ribu orang terluka sejak dimulainya aksi protes itu pada bulan Oktober lalu.

"Jumlah korban tewas yang tinggi ini termasuk dua orang yang tewas pada Jumat lalu di kota Basra selatan selama aksi protes dengan kekekarasan," kata IHCR. Basra adalah kota kaya minyak yang terletak sekitar 450 kilometer sebelah selatan ibukota Irak, Baghdad.

Seratus orang lainnya terluka di Basra ketika pasukan keamanan Irak menggunakan gas air mata dan peluru tajam untuk meredam aksi demonstrasi.

Protes meletus di Baghdad dan di beberapa provinsi Syiah di selatan karena tingginya angka pengangguran, korupsi pemerintah, dan kurangnya kebutuhan dasar - seperti listrik dan air bersih.

Banyak warga Irak menyalahkan partai-partai politik yang saat ini berkuasa atas kesulitan ekonomi mereka alami dan skala protes saat ini, yang diyakini sebagai yang terbesar sejak jatuhnya mantan Presiden Irak Saddam Hussein pada 2003, mengejutkan pemerintah.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
36 menit yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
4 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
5 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
6 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
7 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved