Penjaga Hutan Amazon Ditembak Mati di Wajah oleh Penebang Liar

Senin, 04 November 2019 - 08:30 WIB
Penjaga Hutan Amazon Ditembak Mati di Wajah oleh Penebang Liar
Penjaga Hutan Amazon Ditembak Mati di Wajah oleh Penebang Liar
A A A
BRASILIA - Seorang penjaga hutan Amazon di Brazil ditembak mati di bagian wajahnya oleh penebang liar. Rekan korban juga terluka ketika mereka disergap.

Korban yang ditembak mati itu adalah Paulo Paulino Guajajara, seorang pemimpin kelompok pribumi yang berusaha melindungi cagar alam dan adat Arariboia di negara bagian Maranhao.

Menurut para pemimpin suku Guajajara, korban ditembak di wajahnya ketika dalam perjalanan berburu pada pekan lalu.

Polisi federal Brazil sedang menyelidiki pembunuhan terhadap Paulino Guajajara. "Untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini ke pengadilan," kata Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik Brazil, Sergio Moro.

Seorang pemimpin adat setempat mengatakan bahwa penjaga hutan sebelumnya telah menerima ancaman dan mengenakan rompi pelindung saat berpatroli.

"Kami memberi tahu agen-agen federal tentang ancaman itu, tetapi mereka tidak melakukan tindakan apa pun," kata Sonia Guajajara, pemimpin organisasi pan-pribumi Brasil, APIB, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (4/11/2019).

FUNAI, agen negara yang mewakili kepentingan masyarakat adat, mengatakan seorang penebang kayu juga tewas dalam serangan pada Jumat malam di wilayah timur laut negara bagian Maranho.

Pembunuhan itu terjadi di tengah peningkatan invasi reservasi oleh penebang liar dan penambang sejak Presiden kubu sayap kanan Jair Bolsonaro berkuasa tahun ini. Presien Bolsonaro telah berjanji untuk membuka lahan adat yang dilindungi demi pembangunan ekonomi.

"Pemerintah Bolsonaro memiliki darah di tangannya," kritik APIB, yang mewakili sekitar 900.000 penduduk asli negara itu, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

"Meningkatnya kekerasan di wilayah adat adalah akibat langsung dari pidato kebenciannya dan langkah-langkah yang diambil terhadap rakyat kami," lanjut APIB.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0817 seconds (10.177#12.26)