Ambon Gabung Sevilla dan Liverpool sebagai Kota Musik Dunia

Jum'at, 01 November 2019 - 07:28 WIB
A A A
Di antara komunitas yang dikunjungi antara lain komunitas musik suling bambu di Negeri Tuni, Tahuri di Hutumuri, musik Sawat di Negeri Batu Merah, menyaksikan Festival Ramadan, dan pergelaran seni di Taman Budaya. “Sehingga kita sepakat Ambon siap menjadi Kota Musik Dunia," katanya, di Ambon (25/5).

Menurut dia, untuk menjadi Kota Musik Dunia, sebuah kota harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan UNESCO. Setidaknya ada dua hal, yakni belajar dari kota musik lain dan tunjukkan nilai kearifan lokal dari Ambon."Banyak hal yang dapat ditunjukkan karena Ambon memiliki berbagai hal baik itu kualitas bermusik, keragaman sosial, dan budaya. Ini tentu menjadi nilai yang berbeda,” ungkapnya.

Rainer terkesan dengan keramahan masyarakat dan yang terutama adalah kualitas bermusik sangat baik yang dimulai sejak kecil serta keragaman budaya. Dia juga mengapresiasi upaya masyarakat yang terus mewujudkan perdamaian dan musik menjadi media pemersatu.

Sebelumnya Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Cecep Herawan mengungkapkan Kota Ambon akan dinominasikan sebagai Kota Musik Dunia karena musik tidak dapat dipisahkan dari citra Kota Ambon.

"Musik dan Kota Ambon tidak terpisahkan. Orang Ambon sudah bisa bernyanyi sejak dari kandungan. Banyak penyanyi terkenal berasal dari Ambon. Musik adalah DNA dari orang Ambon," ujar Cecep saat acara khusus untuk Ambon bertajuk Update from the Region: Ambon Night 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon beberapa waktu lalu.

Wali Kota Ambon Richard Louhanapessy juga menegaskan musik adalah kekuatan utama orang Ambon. “Kita berdoa tahun ini Ambon akan bisa dinobatkan sebagai Kota Musik Dunia oleh UNESCO,” katanya di Jakarta.
(don)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1582 seconds (11.97#12.26)