China-Singapura Teken Kerjasama Tingkatkan Hubungan Militer

Minggu, 20 Oktober 2019 - 16:49 WIB
China-Singapura Teken...
China-Singapura Teken Kerjasama Tingkatkan Hubungan Militer
A A A
BEIJING - Singapura dilaporkan meneken kerjasama untuk meningkatkan hubungan militer dengan China. Kerjasama ini melibatkan peningkatan latihan militer gabungan, pemberian bantuan logistik secara timbal balik dan membangun dialog reguler antara Menteri Pertahanan kedua negara.

Kementerian Pertahanan Singapura, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (20/10/2019), menuturkan, kesepakatan diteken saat Menteri Luar Negeri Singapura, Ng Eng Hen bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wei Fenghe di Beijing.

"Ini menegaskan kembali persahabatan yang hangat dan dekat kedua negara, yang mencerminkan kemajuan signifikan dalam hubungan pertahanan selama dekade terakhir dan komitmen untuk memperkuatnya," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataan, kementerian itu mengatakan dalam kerjasama itu Singapura dan China mencakup untuk meningkatkan komitmen untuk mengatur dan meningkatkan latihan dan interaksi bilateral di seluruh Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Lalu, menyiapkan "Visiting Forces Agreement" untuk pasukan yang berpartisipasi dalam latihan bilateral, menyiapkan pengaturan dukungan logistik timbal balik dengan China, pembentukan dialog tingkat menteri Singapura-Cina reguler dan lanjutan kehadiran silang tingkat tinggi di konferensi dan dialog multilateral.

"Pembentukan hotline bilateral. Melakukan pertukaran di antara akademi militer dan lembaga think tank," ungkapnya.

“Selain kerjasama bilateral, Singapura dan China juga menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk bekerja sama secara erat pada platform multilateral dalam ADESC yang ditingkatkan, termasuk Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM)-Plus dan latihan Kelompok Kerja Para Ahli, Latihan Maritim ASEAN-China dan Latihan Respon terkoordinasi,” ucapnya.

ADMM-Plus termasuk Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia dan Amerika Serikat.
(esn)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
3 menit yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
41 menit yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
1 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
1 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
3 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved