Jinping Sesumbar Tidak Ada Kekuatan yang Mampu Hentikan China

Selasa, 01 Oktober 2019 - 13:22 WIB
Jinping Sesumbar Tidak...
Jinping Sesumbar Tidak Ada Kekuatan yang Mampu Hentikan China
A A A
BEIJING - China memamerkan kendaraan peluncur rudal hipersonik berkemampuan nuklir dan memamerkan teknologi militer terbaru lainnya pada pawai akbar di Lapangan Tiananmen. Pawai ini menandai peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China.

Setelah upacara pengibaran bendera, Presiden Xi Jinping berbicara kepada seluruh warga China. Ia juga memuji pencapaian negara selama tujuh dekade dan merasa optimisme tentang masa depan China.

"Orang-orang China berhasil berdiri di atas kaki mereka dan memulai perjalanan besar peremajaan nasional," katanya.

"Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan orang-orang China dan bangsa China maju terus," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (1/10/2019).

Untuk mengantar dalam parade, 56 meriam yang melepaskan 70 kali tembakan untuk menandai perayaan tersebut. Angka 56 mewakili salah satu kelompok etnis minoritas resmi China.

Beijing menampilkan beberapa perangkat keras militernya yang paling canggih, termasuk Dongfeng-17 (DF-17), kendaraan peluncur hipersonik yang terpasang pada rudal balistik jarak pendek-menengah. Rudal ini diyakini memiliki kemampuan untuk membobol salah satu sistem pertahanan rudal yang saat ini digunakan oleh musuh.

China juga menampilkan drone pengintai supersonik baru, DR-8. Drone ini akan digunakan Beijing sebagai platform sensor bersama dengan sistem rudal balistik.

Rudal balistik antarbenua (ICBM) tiga tahap dengan jangkauan sekitar 7.500 mil, DF-41 juga melakukan debut. Rudal ini dapat membawa hingga 10 hulu ledak nuklir, masing-masing dapat memilih targetnya sendiri.

ICBM yang lebih tua dan lebih dikenal, DF-5B, juga muncul dengan barisan kendaraan militer yang membawa senjata melintasi Lapangan Tiananmen.

Kelompok-kelompok tentara yang berbaris menyanyikan lagu kebangsaan patriotik ketika Presiden Xi Jinping berjalan menyusuri Chang'an Avenue Beijing dengan sebuah limusin, dengan barisan pasukan, tank dan kendaraan militer lainnya ditutup, meneriakkan slogan-slogan.

Setelah pasukan memamerkan perlengkapan mereka, sudah waktunya bagi angkatan udara untuk menunjukkan kekuatannya, dengan jet tempur terbang dalam formasi yang mengesankan dan helikopter yang terbungkus bendera muncul.

Dirayakan pada tanggal 1 Oktober setiap tahun, Hari Nasional China menandai pendirian pemerintah komunis setelah berakhirnya Perang Sipil China pada tahun 1949. Meskipun acara dan festival yang lebih kecil biasanya diadakan secara nasional untuk merayakan acara tersebut, parade besar terakhir untuk menandai perayaan tersebut terjadi pada tahun 2009, untuk peringatan 60 tahun RRC.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
8 menit yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
1 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
2 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
11 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
12 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
13 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved