Rusia: AS Picu Ketegangan dengan Uji Coba Rudal
Selasa, 20 Agustus 2019 - 17:50 WIB
Rusia: AS Picu Ketegangan dengan Uji Coba Rudal
A
A
A
MOSKOW - Rusia menuduh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan militer dengan menguji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat. Tetapi, Moskow mengatakan, mereka tidak akan ditarik ke dalam perlombaan senjata baru dengan AS.
Pentagon mengatakan, pihaknya telah menguji coba rudal jelajah yang dikonfigurasi secara konvensional yang mencapai sasaran di jarak lebih dari 500 km. Ini adalah uji coba pertama setelah runtuhnya Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia.
INF melarang rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 500 hingga 5.500 km, mengurangi kemampuan Rusia dan AS untuk meluncurkan serangan nuklir dalam waktu singkat.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan Moskow sangat menyesali keputusan Rusia untuk melakukan uji coba tersebut. Dia mengatakan, Washington berusaha memancing ketegangan, tapi Rusia tidak akan terpancing.
"Semua ini menimbulkan penyesalan, AS jelas telah mengambil jalan untuk meningkatkan ketegangan militer. Kami tidak akan menyerah pada provokasi. Kami tidak akan membiarkan diri kami ditarik ke perlombaan senjata yang mahal," ucap Ryabkov, seperti dilansir Reuters pada Selasa (20/8).
Ryabkov kemudian mengatakan, meskipun telah diuji, Rusia tidak berencana untuk mengerahkan rudal baru mereka, kecuali AS melakukannya terlebih dahulu
Pentagon mengatakan, pihaknya telah menguji coba rudal jelajah yang dikonfigurasi secara konvensional yang mencapai sasaran di jarak lebih dari 500 km. Ini adalah uji coba pertama setelah runtuhnya Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia.
INF melarang rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 500 hingga 5.500 km, mengurangi kemampuan Rusia dan AS untuk meluncurkan serangan nuklir dalam waktu singkat.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan Moskow sangat menyesali keputusan Rusia untuk melakukan uji coba tersebut. Dia mengatakan, Washington berusaha memancing ketegangan, tapi Rusia tidak akan terpancing.
"Semua ini menimbulkan penyesalan, AS jelas telah mengambil jalan untuk meningkatkan ketegangan militer. Kami tidak akan menyerah pada provokasi. Kami tidak akan membiarkan diri kami ditarik ke perlombaan senjata yang mahal," ucap Ryabkov, seperti dilansir Reuters pada Selasa (20/8).
Ryabkov kemudian mengatakan, meskipun telah diuji, Rusia tidak berencana untuk mengerahkan rudal baru mereka, kecuali AS melakukannya terlebih dahulu
(esn)