Palestina Waswas Ekstremis Israel Serbu al-Aqsa saat Idul Adha

Minggu, 11 Agustus 2019 - 05:38 WIB
Palestina Waswas Ekstremis...
Palestina Waswas Ekstremis Israel Serbu al-Aqsa saat Idul Adha
A A A
YERUSALEM - Pemerintah Otoritas Palestina khawatir kelompok ekstremis dan pemukim Yahudi Israel akan menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa dengan perlindungan pasukan pendudukan pada Idul Adha, Minggu (11/8/2019). Pemerintah menyerukan umat Islam Palestina ramai-ramai salat Idul Adha di masjid suci tersebut.

Kekhawatiran itu disampaikan penasihat Presiden Mahmoud Abbas untuk Urusan Agama Mahmoud al-Habbash. Rasa waswas akan penyerbuan itu muncul karena hari perayaan Idul Adha bersamaan dengan Tisha Bav, sebuah peringatan umat Yahudi terhadap runtuhnya kuil suci di situs tersebut.

Habbash menyerukan masyarakat seluruh dunia bekerja untuk mencegah kemungkinan agresi terhadap kompleks masjid suci yang dia sebut sebagai kejahatan, sebelum terlambat. Menurutnya, penyerbuan kelompok ekstremis Israel ke kompleks masjid suci dapat memicu perselisihan agama di Yerusalem dan memiliki konsekuensi berbahaya.

Habbash juga menegaskan bahwa rakyat Palestina akan melindungi Masjid al-Aqsa dan kesuciannya.

"Kami akan melakukan segala yang mungkin, bersama dengan orang-orang kami, untuk melindungi Masjid al-Aqsa," katanya, dikutip Aawsat.

Mufti Yerusalem dan Palestina Sheikh Mohammed Hussein mengumumkan bahwa salat Idul Adha di Masjid al-Aqsa akan digelar pada pukul 07.30 pagi bukan pada pukul 06.30. Perubahan jadwal itu muncul setelah ada ancaman bahwa pasukan pendudukan dan pemukim Yahudi Israel akan menyerbu kompleks masjid suci.

Dalam khotbah Jumat-nya di masjid suci, Hussein mendesak semua warga Palestina untuk datang ke masjid pada hari pertama Idul Adha. Dia menegaskan bahwa al-Aqsa hanya untuk umat Islam dan ketentuan ini tidak tunduk pada negosiasi atau tawar-menawar.

Dalam pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Dewan Tertinggi Islam, Dewan Wakaf dan Urusan Islam, para pejabat Palestina mengumumkan bahwa semua masjid di Yerusalem akan ditutup dan salat Ied akan dilakukan di al-Aqsa.

Faksi Fatah mendesak orang-orang untuk berpartisipasi dalam salat di al-Aqsa, seraya menekankan pentingnya status masjid tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
15 menit yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
2 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
4 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
5 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
5 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
6 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved