PBB Merilis Fakta, Israel Pembunuh Anak Terbesar di Dunia

Senin, 29 Juli 2019 - 07:21 WIB
A A A
Adapun 1 juta anak di Gaza juga terkena dampak lebih parah karena pembatasan yang dilakukan Israel. “Sebanyak 42% dari anak-anak di bawah usia 15 tahun di Jalur Gaza telah beranggapan bahwa Israel telah membunuh masa kecil mereka,” ujar Nabil al-Sahli, pakar Palestina.

Anak-anak Palestina juga menjadi korban penangkapan dan ditahan di penjara Israel. Tentara Israel telah menangkap sedikitnya 800.000 warga Palestina sejak 1967 di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Saat ini 7.000 warga Palestina tinggal di penjara Israel, termasuk 70 perempuan dan lebih dari 400 anak-anak. Sebanyak 95% dari para tahanan itu menjadi korban penyiksaan tentara Israel. “Keluarga juga dilarang menjenguk, khususnya tahanan anak-anak,” jelas Sahli.

Laporan UNICEF mengonfirmasi bahwa anak-anak Palestina yang ditahan tentara Israel ternyata mendapatkan penyiksaan secara sistematis. Menurut UNICEF, Israel secara sistematis melanggar hukum internasional. Penyiksaan terhadap anak-anak Palestina di penjara Israel termasuk verbal dan fisik.

UNICEF menyebutkan ada sekitar 700 anak-anak berusia 12–17 tahun, umumnya anak-anak ditangkap dan ditahan tentara Israel setiap tahunnya. Unit PBB khusus Konvensi Hak-Hak untuk Anak (UNCRC) menyatakan tindakan Israel bisa diklasifikasikan sebagai aksi tak berperi kemanusiaan. UNICEF menyebutkan, perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak dilakukan sejak aksi penangkapan dan hingga proses penyelidikan dan vonis yang berakhir di penjara.

Laporan juga menyatakan banyak anak-anak dipaksa mengaku untuk melakukan tindakan yang sebenarnya tidak mereka lakukan. Selama proses hukum, anak-anak tidak mendapatkan pendampingan pengacara ataupun ditemani anggota keluarganya. Anehnya, kebanyakan anak-anak harus menandatangani berita acara pemeriksaan dalam bahasa Ibrani yang tidak mereka pahami.

Pertanyaannya sekarang, apakah mungkin para penjahat perang Israel dan negara Israel bisa diajukan ke sistem hukum internasional atau Mahkamah Internasional (ICC) atas pelanggaran HAM yang mereka lakukan?

“Secara teori, Palestina bisa mengajukan para pejabat Israel dan negara Israel yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang,” kata Sahli. ICC juga membuka pintu untuk memproses hukum pelanggaran HAM yang dilakukan tentara Israel terhadap tahanan anak-anak ataupun pembunuhan terhadap anak-anak.

Konflik Yaman Jadi Perhatian


Masih dalam laporan korban anak-anak yang tewas dalam konflik versi PBB, di Yaman, konflik antara Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran menyebabkan lebih dari 1.100 anak tewas. Selama ini Houthi mendapatkan dukungan penuh dari Iran. Mereka juga kerap meluncurkan serangan ke arah wilayah Saudi.

Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdallah al-Mouallimi mengungkapkan laporan itu untuk menunjukkan langkah-langkah koalisi untuk melindungi anak-anak. “Setiap kehidupan anak-anak selalu berharga,” katanya. Tapi dia juga mempertanyakan sumber dan keakuratan data dari laporan tersebut. “Jumlah korban anak yang tewas itu terlalu dibesar-besarkan,” ucapnya.

Sebagai langkah untuk memperluas kontroversi tentang laporan tersebut, Guterres membaginya dalam dua kategori. Satu daftar pihak yang menjabarkan langkah perlindungan anak-anak dan pihak lain yang tidak melakukannya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1169 seconds (11.252#12.26)