Rusia Bilang Drone AS Ditembak Jatuh di Wilayah Iran

Rabu, 26 Juni 2019 - 09:32 WIB
Rusia Bilang Drone AS...
Rusia Bilang Drone AS Ditembak Jatuh di Wilayah Iran
A A A
TEL AVIV - Rusia memiliki data intelijen militer yang menunjukkan pesawat tanpa awak Amerika Serikat (AS) berada di ruang udara Iran ketika ditembak jatuh. Hal itu dikatakan oleh sekretaris Dewan Keamanan Rusia.

Berbicara pada briefing untuk wartawan di Yerusalem, Nikolai Patrushev juga mengatakan bukti yang diajukan oleh AS bahwa Teheran berada di balik serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk Oman berkualitas buruk dan tidak profesional.

Hal itu diungkapkan oleh Petrushev setelah melakukan pertemuan tiga arah dengan rekan-rekannya dari Rusia dan Israel di Yerusalem. Ia mengatakan Iran - sekutu Rusia - belum memberi tahu Moskow tentang insiden itu, tetapi Kementerian Pertahanan Rusia telah menyimpulkan pesawat tanpa awak itu memasuki wilayah udara Iran.

"Kami belum melihat bukti sebaliknya," ujarnya seperti dikutip dari Independent, Rabu (26/6/2019).

Komentar Patrushev muncul setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap pemimpin tertinggi Iran dan pejabat senior lainnya. Menurut Presiden AS Donald Trump sanksi itu adalah tanggapan proporsional terhadap tindakan Iran yang semakin provokatif.

Pemerintah AS mengklaim salah satu dari tindakan itu adalah "tidak beralasan" menembaki drone RQ-4A Global Hawk milik angkatan laut AS di wilayah udara internasional di Selat Hormuz.

Iran mengatakan pesawat tak berawak itu, dengan lebar sayap lebih besar dari Boeing 737 dan menelan biaya lebih dari USD 100 juta, telah melanggar wilayah udara teritorialnya - klaim yang sekarang didukung oleh Moskow.

Insiden ini menandai pertama kalinya Iran menyerang militer AS, dan merilis satu set peta koordinat yang mengklaim pesawat itu ditembak jatuh.

Baca juga: Menlu Iran Ungkap Peta Lengkap Rute Drone AS yang Ditembak Jatuh

AS juga menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak awal bulan ini di dekat Selat Hormuz, meskipun para pejabat AS sejauh ini secara publik hanya memberikan bukti lemah untuk klaim tersebut, yang dibantah Iran.

Ketegangan terus meningkat di Teluk sejak Trump menarik AS dari kesepakatan multilateral 2015 di mana Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi yang melumpuhkan.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Joe Biden Klaim Amerika...
Joe Biden Klaim Amerika Serikat Sudah Tidak Memiliki Senjata Kimia
Berita Terkini
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
31 menit yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
1 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
9 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
10 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
11 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved