Kanada Cabut Sanksi Mantan Kepala Mata-mata Venezuela
Sabtu, 22 Juni 2019 - 05:29 WIB
Kanada Cabut Sanksi Mantan Kepala Mata-mata Venezuela
A
A
A
OTTAWA - Kanada telah mencabut sanksi ekonomi terhada mantan kepala mata-mata Venezeula, yang terlibat dalam pemberontakan militer 30 April lalu. Ini adalah sebuah tanda baru dukungan lanjutan kepada oposisi Venezuela.
"(Manuel Ricardo) Cristopher Figuera telah menghancurkan ikatan perintah dengan rezim Maduro dan telah menyerukan perubahan di Venezuela," kata Urusan Global, Kementerian Luar Negeri Kanada dalam sebuah postingan di Twitter.
"Kanada mendorong pihak lain yang percaya pada demokrasi agar rakyat Venezuela mengikuti contoh Figuera, mantan direktur Badan Intelijen Nasional Bolivarian Venezuela (SEBIN)," tambahnya seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (22/6/2019).
Kanada telah menjatuhkan sanksi pada Figuera pada 13 April lalu.
Ia saat ini berada di Kolombia dan bekerja sama dengan badan intelijen AS, kata beberapa sumber di Washington dan Bogota yang mengetahui keberadaannya, menurut outlet berita lokal Univision Noticias.
Bulan lalu, AS juga menghapus sanksi terhadap Figuera setelah ia membelot dari pemerintah Venezuela pimpinan Presiden Nicolas Maduro.
Pemerintahan Trump telah meminta pejabat senior dan militer Maduro untuk memberikan dukungan mereka di belakang pemimpin oposisi Juan Guaido, menawarkan penghapusan sanksi jika mereka berubah arah.
Figuera menjabat sebagai kepala SEBIN dari Oktober 2018 hingga 30 April 2019. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai ajudan mantan pemimpin Venezuela Hugo Chavez selama 12 tahun.
Maduro mengatakan Figuera adalah "sosok paling kuat" untuk bergabung dengan pemberontakan Guaido yang gagal, dan mengklaim bahwa ia direkrut oleh badan intelijen AS pada 2018.
Kerusuhan politik sedang berlangsung antara Presiden terpilih Venezuela Maduro dan pemimpin oposisi Guaido sejak 10 Januari lalu.
Pada 30 April, Guaido mengeluarkan pesan video bersama satu kontingen kecil personel militer berseragam dan kendaraan lapis baja di mana ia menyerukan pemberontakan untuk mengakhiri kekuasaan Maduro, dan terus menyerukan demonstrasi massa melawan presiden Venezuela itu.
Ia menekankan itu adalah awal dari fase terakhir dari upaya untuk menggulingkan Maduro.
"(Manuel Ricardo) Cristopher Figuera telah menghancurkan ikatan perintah dengan rezim Maduro dan telah menyerukan perubahan di Venezuela," kata Urusan Global, Kementerian Luar Negeri Kanada dalam sebuah postingan di Twitter.
"Kanada mendorong pihak lain yang percaya pada demokrasi agar rakyat Venezuela mengikuti contoh Figuera, mantan direktur Badan Intelijen Nasional Bolivarian Venezuela (SEBIN)," tambahnya seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (22/6/2019).
Kanada telah menjatuhkan sanksi pada Figuera pada 13 April lalu.
Ia saat ini berada di Kolombia dan bekerja sama dengan badan intelijen AS, kata beberapa sumber di Washington dan Bogota yang mengetahui keberadaannya, menurut outlet berita lokal Univision Noticias.
Bulan lalu, AS juga menghapus sanksi terhadap Figuera setelah ia membelot dari pemerintah Venezuela pimpinan Presiden Nicolas Maduro.
Pemerintahan Trump telah meminta pejabat senior dan militer Maduro untuk memberikan dukungan mereka di belakang pemimpin oposisi Juan Guaido, menawarkan penghapusan sanksi jika mereka berubah arah.
Figuera menjabat sebagai kepala SEBIN dari Oktober 2018 hingga 30 April 2019. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai ajudan mantan pemimpin Venezuela Hugo Chavez selama 12 tahun.
Maduro mengatakan Figuera adalah "sosok paling kuat" untuk bergabung dengan pemberontakan Guaido yang gagal, dan mengklaim bahwa ia direkrut oleh badan intelijen AS pada 2018.
Kerusuhan politik sedang berlangsung antara Presiden terpilih Venezuela Maduro dan pemimpin oposisi Guaido sejak 10 Januari lalu.
Pada 30 April, Guaido mengeluarkan pesan video bersama satu kontingen kecil personel militer berseragam dan kendaraan lapis baja di mana ia menyerukan pemberontakan untuk mengakhiri kekuasaan Maduro, dan terus menyerukan demonstrasi massa melawan presiden Venezuela itu.
Ia menekankan itu adalah awal dari fase terakhir dari upaya untuk menggulingkan Maduro.
(ian)