'Dokumen FBI' Sebut Martin Luther King Tertawa Lihat Wanita Diperkosa

Senin, 27 Mei 2019 - 11:56 WIB
A A A
"Ketika salah satu wanita memprotes bahwa dia tidak menyetujuinya, pendeta Baptis segera dan dengan paksa memerkosanya ketika King menyaksikan," bunyi dokumen "kotor" yang dikutip Garrow. "Dia melihat, tertawa dan menawarkan nasihat selama serangan itu," lanjut dokumen itu.
Saat kejadian, agen-agen FBI ada di kamar sebelah, tetapi tidak ikut campur. Keesokan harinya, King dan selusin orang lainnya diduga berpartisipasi dalam "pesta seks" yang melibatkan "tindakan kemerosotan dan kebobrokan".
Selanjutnya, pejabat senior FBI diduga mengirimkan salinan rekaman yang memberatkan King dan menyebutnya "binatang buas jahat" dan mengatakan kepadanya bahwa eksploitasi seksualnya akan "tercatat untuk selamanya".

Catatan FBI juga menyatakan dia harus bunuh diri sebelum kesalahannya terungkap ke dunia.

Garrow mengatakan dia tidak tahu skala atau keburukannya, atau ketidakpedulian King terhadap pemerkosaan sampai dia melihat arsip rahasia itu.

"Ini merupakan tantangan yang sangat mendasar bagi status historisnya sehingga membutuhkan peninjauan historis yang paling lengkap dan luas," katanya.

Sejarawan dan aktivis hak-hak sipil Amerika, Edith Lee Payne, mengatakan kepada Mirror, yang dikutip Senin (27/5/2019), dibahwa dia muak dengan klaim penulis itu.

Payne merupakan sejarawan 67 tahun asal Detroit, Michigan, yang menjadi gadis poster ikonik dari pidato "I Have A Dream" di Washington. "Informasi palsu tentang Dr King ini sangat mengganggu".

"Sangat jelas bahwa orang ini menggunakan reputasi yang sangat baik dari salah satu pria yang paling dikagumi dan dihormati untuk perhatian pribadi dan untuk apa yang masih harus dilihat," katanya.

“Tentu saja serangan terhadap Dr King akan membuatnya diperhatikan. Untungnya, masih ada orang di sekitar yang dekat dengan Dr King dan mengenal karakternya," ujarnya.

"Kehidupan seorang pria yang berdedikasi, berkomitmen, tidak mementingkan diri sendiri, sebagai suami, ayah, pendeta, dan pemimpin hak-hak sipil Dr Martin Luther King Jr menuntut agar waktu dan upayanya memenuhi setiap tantangan dan tanggung jawab," paparnya.

"Rasa hormatnya sebagai pemimpin hak-hak sipil mencapai jutaan orang dari setiap tembok kehidupan, ras, kepercayaan, warna kulit, jenis kelamin, kebangsaan dan agama di negara ini dan di seluruh dunia," imbuh dia.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1313 seconds (11.252#12.26)