PM Sri Lanka Kecam Keras Serangan Saat Perayaan Paskah

Minggu, 21 April 2019 - 16:11 WIB
PM Sri Lanka Kecam Keras...
PM Sri Lanka Kecam Keras Serangan Saat Perayaan Paskah
A A A
KOLOMBO - Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengutuk serangkaian ledakan yang menewaskan sedikitnya 137 jiwa. Ranil menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut dan mengatakan pihaknya berusaha untuk mengatasi situasi ini.

"Saya mengutuk keras serangan pengecut terhadap orang-orang kami hari ini. Saya menyerukan kepada semua warga Sri Lanka selama masa tragis ini untuk tetap bersatu dan kuat. Pemerintah mengambil langkah segera untuk mengatasi situasi ini," ucap Ranil, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (21/4).

Sementara itu, Menteri Reformasi Ekonomi dan Distribusi Publik Sri Lanka, Harsha de Silva mengatakan, Ranil telah memerintahkan untuk menggelar pertemuan darurat untuk membahas serangan ini.

"Pertemuan darurat akan dilakukan dalam beberapa saat ke depan. Operasi penyelamatan sedang berlangsung," ucap Harsha melalui akun Twitternya.

Dia mengatakan telah mengunjungi dua hotel yang diserang dan berada di tempat kejadian di St Anthony's Shrine. "Saya melihat banyak bagian tubuh berserakan. Ada banyak korban termasuk orang asing, Harap tetap tenang dan tetap berada di dalam rumah," ungkapnya.

Sejauh ini diketahui setidaknya 137 orang tewas akibat serangan di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka. Sumber di kepolisian Sri Lanka mengatakan, setidaknya 45 orang telah tewas di Kolombo, tempat tiga hotel dan sebuah gereja dihantam ledakan.

Sementara 67 lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah gereja di Negombo di utara ibukota, dan 25 lainnya tewas di sebuah gereja di kota Batticaloa, di sebalah timur negara itu. Motif dari ledakan itu tidak diketahui dan tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab.
(esn)
Berita Terkini
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
4 menit yang lalu
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
56 menit yang lalu
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
1 jam yang lalu
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
2 jam yang lalu
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
3 jam yang lalu
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved