Tentara Venezuela Tembaki Warga di Perbatasan, 2 Tewas
Sabtu, 23 Februari 2019 - 07:53 WIB
Tentara Venezuela Tembaki Warga di Perbatasan, 2 Tewas
A
A
A
CARACAS - Setidaknya dua orang tewas dalam kericuhan yang terjadi di perbatasan Venezuela ketika pasukan yang setia dengan Presiden Nicolas Maduro menembaki warga yang berusaha menjaga perbatasan tetap terbuka untuk menerima bantuan kemanusiaan akhir pekan ini.
Penembakan itu terjadi di perbatasan selatan Venezuela dengan Brazil di desa Kumarakapai. Penembakan dimulai ketika relawan berdiri di depan kendaraan militer, menentang mereka untuk menutup rute perbatasan, seperti dilaporkan oleh The Washington Post.
Sekitar 30 pemrotes terlibat, 12 di antaranya luka-luka. Demonstran yang tewas adalah seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Zorayda Rodriguez.
"Mayoritas orang mendukung pintu masuk bantuan kemanusiaan, dan kami ingin menjaga perbatasan kami tetap terbuka," kata pengunjukrasa Carmen Elena Silva.
"Ini bantuan, bukan perang. Setiap hari lebih banyak anak mati," imbuhnya seperti dilansir dari UPI, Sabtu (23/2/2019).
Kamis lalu, Maduro menutup perbatasan Venezuela-Brazil, mengutip rencana pengiriman bantuan asing yang menentang kebijakannya. Hampir 200 ton bantuan akan dikirimkan di perbatasan hari Sabtu. Maduro mengatakan pengiriman bantuan adalah upaya untuk melemahkan pemerintahannya.
Pemimpin oposisi Juan Guaido, yang telah menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dan didukung oleh Amerika Serikat (AS) serta negara-negara Barat lainnya, telah berupaya membawa bantuan kemanusiaan ke Venezuela.
Pemerintah Maduro pada hari Kamis menerima 7,5 metrik ton obat-obatan dan makanan dari Rusia, "yang kami bayarkan dengan uang dari Republik untuk kepentingan orang-orang" cuit Maduro.
Sementara itu media Spanyol, El Pais, mengutip wakil presiden Delcy Rodriguez mengatakan pada hari Kamis bahwa Venezuela akan menerima sekitar USD2 juta dalam bentuk bantuan makanan dan obat-obatan Eropa, dalam apa yang akan menjadi pengakuan pertama negara itu membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Maduro telah mengumumkan rencana untuk mendistribusikan bantuan Venezuela ke Kolombia pada hari Sabtu.
Penembakan itu terjadi di perbatasan selatan Venezuela dengan Brazil di desa Kumarakapai. Penembakan dimulai ketika relawan berdiri di depan kendaraan militer, menentang mereka untuk menutup rute perbatasan, seperti dilaporkan oleh The Washington Post.
Sekitar 30 pemrotes terlibat, 12 di antaranya luka-luka. Demonstran yang tewas adalah seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Zorayda Rodriguez.
"Mayoritas orang mendukung pintu masuk bantuan kemanusiaan, dan kami ingin menjaga perbatasan kami tetap terbuka," kata pengunjukrasa Carmen Elena Silva.
"Ini bantuan, bukan perang. Setiap hari lebih banyak anak mati," imbuhnya seperti dilansir dari UPI, Sabtu (23/2/2019).
Kamis lalu, Maduro menutup perbatasan Venezuela-Brazil, mengutip rencana pengiriman bantuan asing yang menentang kebijakannya. Hampir 200 ton bantuan akan dikirimkan di perbatasan hari Sabtu. Maduro mengatakan pengiriman bantuan adalah upaya untuk melemahkan pemerintahannya.
Pemimpin oposisi Juan Guaido, yang telah menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dan didukung oleh Amerika Serikat (AS) serta negara-negara Barat lainnya, telah berupaya membawa bantuan kemanusiaan ke Venezuela.
Pemerintah Maduro pada hari Kamis menerima 7,5 metrik ton obat-obatan dan makanan dari Rusia, "yang kami bayarkan dengan uang dari Republik untuk kepentingan orang-orang" cuit Maduro.
Sementara itu media Spanyol, El Pais, mengutip wakil presiden Delcy Rodriguez mengatakan pada hari Kamis bahwa Venezuela akan menerima sekitar USD2 juta dalam bentuk bantuan makanan dan obat-obatan Eropa, dalam apa yang akan menjadi pengakuan pertama negara itu membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Maduro telah mengumumkan rencana untuk mendistribusikan bantuan Venezuela ke Kolombia pada hari Sabtu.
(ian)