Heboh, Koran Tiruan Washington Post Beritakan Trump Mundur

Kamis, 17 Januari 2019 - 07:41 WIB
Heboh, Koran Tiruan...
Heboh, Koran Tiruan Washington Post Beritakan Trump Mundur
A A A
WASHINGTON - Publik Amerika Serikat (AS) dihebohkan dengan surat kabar tiruan The Washington Post yang memberitakan Presiden Donald Trump mengundurkan diri. Koran dan berita palsu itu ulah iseng kelompok liberal bernama Yes Men.

Ribuan eksemplar surat kabar tiruan The Washington Post itu telah beredar di Washington, DC. Surat kabar bertanggal 1 Mei 2019 itu sangat mirip dengan salinan asli The Washington Post dan menampilkan laporan anti-Trump.

Versi online dari media palsu itu juga muncul di laman democracyawakensinaction.org dan my-washingtonpost.com.

"UNPRESIDENTED: Ending crisis, Trump hastily departs White House," bunyi judul laporan utama berita palsu itu. Laporan itu menceritakan Trump bergegas meninggalkan Gedung Putih untuk mengakhiri krisis.

Di berita lainnya dari koran itu ditulis; "Perayaan pecah di seluruh dunia saat era Trump berakhir." Ada juga berita yang menyebut Wakil Presiden Mike Pence mengambil alih posisi Presiden Trump.

Departemen Humas The Washington Post yang asli merilis pernyataan terkait munculnya surat kabar palsu itu. "Ada edisi cetak palsu dari The Washington Post didistribusikan di sekitar pusat kota (Washington) DC, dan kami menyadari sebuah situs web yang mencoba meniru The Post. Mereka bukan produk Post, dan kami sedang mencari tahu ini," bunyi pernyataan tersebut, yang dikutip Kamis (17/1/2019).

Para penulis Onnesha Roychoudhuri, L.A. Kauffman dan kelompok aktivis The Yes Men mengklaim bertanggung jawab atas penerbitan koran dan situs web palsu.

Tujuan dari laporan palsu itu diduga untuk mengamankan impeachment Trump, menawarkan ide-ide tentang bagaimana menghasut isu itu dan mendorong aktivisme terhadap pemerintahan.

Kauffman mengatakan surat kabar itu memang fantasi, tetapi berakar pada realitas.

"Kisah-kisah kami dibangun di atas perlawanan dunia nyata terhadap Trump dan wawasan tentang bagaimana orang-orang biasa dapat mengusir pemimpin yang tidak layak," katanya dalam pernyataan kelompok Yes Man terkait publikasi koran palsu tersebut.

"Ini adalah visi tentang pemberontakan populer yang dipimpin wanita yang mendorong Trump dari kantor pada 1 Mei," ujarnya.

The Washington Post yang asli melaporkan co-founder Yes Men, Jacques Servin, mengklaim surat kabar cetak dan digital berharga sekitar USD40.000.

Sementara itu, Presiden Donald John Trump melalui akun Twitter-nya, @realDonaldTrump mengecam publikasi berita palsu atau hoaks yang menyerang dirinya."Berita palsu semakin gila dan tidak jujur ​​setiap hari. Luar biasa untuk menyaksikan orang-orang tertentu yang melindungi saya, dan keberhasilan luar biasa dari administrasi ini, benar-benar telah menjadi gila! Pelaporan palsu mereka menciptakan kemarahan dan perpecahan. Beristirahat dua minggu dan kembali beristirahat. Tanpa perasaan!," tulis dia.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
41 menit yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
1 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
3 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
6 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
7 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
9 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved