Inggris Mengaku Tak Percaya Pernyataan Saudi Soal Khashoggi

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:17 WIB
Inggris Mengaku Tak...
Inggris Mengaku Tak Percaya Pernyataan Saudi Soal Khashoggi
A A A
LONDON - Menteri Brexit Inggris, Dominic Raab menyatakan bahwa penjelasan yang disampaikan Arab Saudi tentang kematian wartawan Jamal Khashoggi di konsulatnya di Istanbul tidak dapat dipercaya.

Berbicara saat melakukan wawancara dengan BBC, Raab ditanya apakah dia percaya dengan penjelasan yang disampaikan Saudi mengenai Kashoggi. Raab menyatakan di tidak percaya akan hal itu.

"Tidak, saya tidak berpikir itu kredibel. Kami mendukung penyelidikan Turki dalam kasus ini dan pemerintah Inggris ingin melihat orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian itu," ucap Raab, seperti dilansir Reuters pada Minggu (21/10).

Raab kemudian mengatakan bahwa Inggris perlu mengetahui fakta-fakta tentang apa yang terjadi sebelum membuat keputusan yang masuk akal dan bijaksana tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

"Kami tidak akan melemparkan tangan kami di udara dan mengakhiri hubungan kami dengan Saudi, bukan hanya karena banyaknya jumlah pekerjaan di Inggris yang bergantung padanya tetapi juga karena jika Anda menggunakan pengaruh atas mitra Anda, Anda harus dapat berbicara dengan mereka," ungkapnya.

Seperti diketahui, Kejakasaan Saudi dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi bahwa Khashoggi tewas setelah berkelahi dengan sejumlah orang yang ditemuinya di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Namun, seorang pejabat senior Saudi kemudian memberikan versi baru kematian Khashoggi di dalam konsulat negara itu di Istanbul. Versi terbaru kematian Khashoggi ini muncul ditengah skeptisisme internasional atas pengakuan monarki di Timur Tengah itu.

Laporan terbaru ini termasuk rincian tentang bagaimana tim dari 15 warga Saudi dikirim untuk menghadapi Khashoggi pada 2 Oktober lalu telah mengancamnya dengan dibius dan diculik kemudian membunuhnya dengan mencekik ketika ia menolak. Seorang anggota tim kemudian mengenakan pakaian Khashoggi untuk membuatnya seolah-olah meninggalkan konsulat.

Pejabat Saudi itu menyajikan apa yang dikatakannya sebagai dokumen internal intelijen Saudi yang tampaknya menunjukkan inisiatif untuk membawa kembali para pembangkang serta yang spesifik melibatkan Khashoggi. Ia juga menunjukkan kesaksian dari mereka yang terlibat dalam apa yang ia gambarkan sebagai tim 15, dan hasil awal penyelidikan internal. Namun ia tidak memberikan bukti untuk membuktikan temuan investigasi dan bukti lainnya.
(esn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
1 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
5 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
6 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
7 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
7 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
8 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved