Hizbullah Tegaskan Akan Tetap Bercokol di Suriah

Kamis, 20 September 2018 - 12:21 WIB
Hizbullah Tegaskan Akan...
Hizbullah Tegaskan Akan Tetap Bercokol di Suriah
A A A
BEIRUT - Pemimpin Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, mengatakan kelompoknya akan mempertahankan kehadiran militernya di Suriah sampai pemberitahuan lebih lanjut. Ia juga memuji kesepakatan Rusia-Turki terkait Idlib sebagai langkah menuju solusi politik yang lebih luas.

Namun Nasrallah mengindikasikan jumlah pejuang dari kelompok Syiah itu akan berkurang karena front di Suriah menjadi lebih tenang.

“Kami akan tetap di sana (di Suriah) bahkan setelah pemukiman di Idlib. Kehadiran kami di sana terkait dengan kebutuhan dan persetujuan dari kepemimpinan Suriah,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi kepada ratusan pendukungnya yang bersorak-sorai di Beirut selatan pada malam perayaan Ashura.

"Ketenangan dari front dan berkurangnya jumlah ancaman .. secara alami akan mempengaruhi angka (pejuang Hizbullah) saat ini," tambahnya.

"Suriah sedang menuju ketenangan yang hebat," tukasnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (20/9/2018).

Hizbullah telah memberikan dukungan penting kepada militer Suriah dalam perang tujuh tahun, membantu memperoleh kembali wilayah negara itu.

"Kami akan tinggal di sana sampai pemberitahuan lebih lanjut," tegas Nasrallah.

Nasrallah memuji hasil diplomasi Iran, Rusia, dan Turki untuk menyelamatkan serangan militer di Idlib yang dapat menyebabkan bencana kemanusiaan.

Pada hari Senin, Rusia dan Turki setuju untuk mengesampingkan solusi militer di wilayah Idlib, pijakan besar oposisi terakhir di Suriah bersama dengan wilayah yang bersebelahan utara Aleppo. Kedua negara itu mendukung menegakkan zona demiliterisasi yang diperlukan untuk menarik pemberontak radikal pada pertengahan bulan depan.

"Hasil (dari upaya diplomatik) adalah baik dan masuk akal tetapi tergantung pada hasil," kata Nasrallah, menggambarkan perjanjian tersebut sebagai langkah menuju mencapai solusi politik untuk konflik di Suriah.

Rusia, pendukung terbesar Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perjuangannya melawan pemberontak, telah mempersiapkan serangan di kota Idlib yang dikendalikan oleh pemberontak.

PBB telah memperingatkan serangan semacam itu akan menciptakan bencana kemanusiaan di provinsi Idlib, tempat sekitar 3 juta orang tinggal.

Assad telah memulihkan sejumlah daerah lain yang pernah dikuasai pemberontak, dengan dukungan militer yang menentukan dari Iran dan Rusia.
(ian)
Berita Terkait
Pasukan Israel Hancurkan...
Pasukan Israel Hancurkan Pos Pengamatan Suriah di Dataran Tinggi Golan
Benarkah Hizbullah Terlibat...
Benarkah Hizbullah Terlibat Memprovokasi Konflik Berdarah Terbaru di Suriah?
8 Tewas akibat Pager...
8 Tewas akibat Pager Meledak Bersamaan di Lebanon
Israel Serang Lebanon...
Israel Serang Lebanon Selatan, 10 Warga Suriah Tewas
Hizbullah dan Milisi...
Hizbullah dan Milisi Suriah Jalankan Pabrik Narkoba di Tengah Perang
Israel Menyalahkan Hizbullah...
Israel Menyalahkan Hizbullah atas Serangan di Majdal Shams
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
1 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
3 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
3 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
4 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
6 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved