Badai Mangkhut Terjang China Usai Hantam Filipina

Senin, 17 September 2018 - 12:25 WIB
Badai Mangkhut Terjang...
Badai Mangkhut Terjang China Usai Hantam Filipina
A A A
HONG KONG- - Badai Mangkhut menerjang wilayah Guangdong, China, kemarin, setelah membawa kerusakan di Hong Kong dan Makau, serta menewaskan 49 orang di Filipina.

Dengan kekuatan angin lebih dari 200 km per jam, siklus tropis itu merupakan yang terkuat menerjang kawasan pada tahun ini. Kekuatan topan super itu sama dengan badai dengan kategori 5 di Atlantik. Mata Mangkhut berada 100 km selatan Hong Kong, namun kota bekas koloni Inggris itu tetap diterjang angin ber ke kuatan dahsyat dan hujan lebat.
Hong Kong menaikkan level topan itu pada peringkat tertinggi yakni nomor 10 pada pertengahan pagi kemarin saat angin kencang merobohkan pohonpohon dan menghancurkan jendela-jendela kantor serta gedung-gedung perumahan. Sejumlah gedung di Hong Kong pun bergoyang karena kuatnya embusan angin.

“Gedung bergoyang cukup lama, paling cepat dua jam. Ini membuat saya merasa sangat takut,” ungkap Elaine Wong yang tinggal di gedung tinggi di Kowloon. Ketinggian air naik 3,5 meter di beberapa tempat, gelombang laut menyapu jalanan, dan membuat ikan-ikan hidup berada di jalanan. Air bah pun masuk ke perumahan warga dan mal di distrik timur Hong Kong.

“Ini yang terburuk yang pernah saya lihat. Saya tidak pernah lihat jalanan banjir seperti ini dan jendela-jendela bergetar seperti ini sebelumnya,” ujar warga Hong Kong, Martin Wong, pada Reuters.

Puluhan ribu orang penumpang pun telantar di bandara internasional Hong Kong karena banyak penerbangan dibatalkan. Sejumlah maskapai seperti Cathay Pacific membatalkan banyak penerbangan pekan lalu.

Di Makau, sejumlah kasino menutup layanan pada Sabtu (15/9). Tentara Pembebasan Rakyat China juga dikerahkan untuk membantu pemulihan bencana. “Penutupan kasino untuk keamanan para pegawai, pengunjung, dan warga,” papar otoritas Makau yang menjadi pusat perjudian terbesar dunia.

Penutupan kasino dilakukan setelah tahun lalu topan menewaskan sembilan orang dan mengakibatkan kerusakan parah. China juga telah memerintahkan ribuan kapal kembali ke pelabuhan dan mengevakuasi para pekerja di platform minyak lepas pantai. Otoritas Filipina menyatakan satu bayi dan anak balita termasuk dalam 49 korban tewas yang sebagian besar akibat tanah longsor di wilayah pegunungan.

“Tanah longsor terjadi di beberapa perumahan saat warga kembali ke kediamannya setelah topan menerjang,” ungkap koordinator respons bencana Filipina Francis Tolentino pada DZMM Radio. Tolentino menyatakan sebagian besar dari 5,7 juta warga yang terkena dampak telah membuat persiapan sebelumnya.

“Ini tidak separah yang kami perkirakan karena sebelumnya kita tekankan bahwa badai akan kuat,” kata Presiden Filipina Rodrigo Duterte setelah melakukan pemantauan udara di beberapa wilayah yang diterjang badai.

Sementara badai Florence melemah saat melintasi Carolina dan menciptakan kerusakan dalam skala besar. Badai itu diturunkan levelnya menjadi Depresi Tropis sekitar pukul lima pagi kemarin.

Florence mengakibatkan putusnya aliran listrik dan mengakibatkan delapan orang tewas saat ketinggian banjir terus me ningkat. Carolina Utara mela porkan tujuh korban tewas akibat badai dengan laporan tiga korban tewas lainnya yang belum dapat dikonfirmasi. Adapun Carolina Selatan melaporkan ada satu korban tewas.

“Ini masih bencana, badai yang mengancam nyawa. Badai telah menurunkan curah hujan 20-30 inci di beberapa wilayah Carolina dan akan terus turun hujan lebat. Banyak sungai akan mengalami banjir dalam waktu lama, sejumlah sungai tidak akan surut dalam beberapa hari nanti,” kata Zack Taylor, meteorologis di Pusat Prediksi Cuaca, Pusat Cuaca Nasional AS.

Kecepatan angin yang dibawa Florence kini mencapai 55 km per jam. “Florence saat ini bergerak melintasi dua negara bagian dengan kecepatan 9 km per jam,” ungkap pernyataan Pusat Badai Nasional di Miami.

“Badai ini masih mematikan dan berbahaya serta diperkirakan ke utara setelah hari ini ke Virginia dan pertengahan Atlantik,” kata Taylor. Lebih dari 26.000 orang berlindung di tempat penampungan. “Sekitar 50 orang yang terjebak banjir diangkut dengan helikopter di Carolina Utara,” papar Michel Himes dari Penjaga Pantai AS.

Jalanan ditutup dan otoritas memperingatkan tanah longsor, tornado, dan banjir dengan sejumlah bendungan dan jembatan dikhawatirkan rusak saat air sungai terus meluap. Sabtu (15/9) sebanyak 676.000 rumah dan bisnis tak mendapat aliran listrik di Carolina Utara serta 119.000 rumah dan bisnis di Carolina Selatan.
(don)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
55 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
4 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
5 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
7 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
7 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
8 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved