Bashar Al-Assad: Kemenangan Sudah Dekat

Kamis, 02 Agustus 2018 - 03:19 WIB
Bashar Al-Assad: Kemenangan...
Bashar Al-Assad: Kemenangan Sudah Dekat
A A A
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan kepada pasukannya mereka hampir memenangkan perang saudara selama tujuh tahun di negara itu. Pernyataan tersebut dilontarkan Assad setelah serangkaian kekalahan yang dialami pemberontak Suriah.

Awal tahun lalu, pasukan pemerintah hanya menguasai 17 persen dari wilayah nasional. Namun serangkain serangan yang melelahkan memaksa para pemberontak keluar dari banyak benteng mereka, menempatkan pemerintah Assad mengendalikan hampir dua pertiga wilayah negara itu.

"Tanggal kemenangan kami sudah dekat," kata Assad dalam sebuah surat terbuka kepada pasukannya.

"Mereka (para pemberontak) akhirnya dipaksa untuk pergi - dipermalukan, menggulung kembali, ekor mereka di antara kaki mereka - setelah Anda memberi mereka rasa kekalahan yang pahit," imbuhnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (2/8/2018).

Sebagian besar wilayah itu direbut kembali tanpa pertempuran apa pun karena para pemberontak dengan terpaksa setuju untuk meninggalkan wilayah mereka yang dibombardir dengan konvoi yang dilindungi Rusia.

Tentara Suriah mendapat dukungan serangan udara Rusia, penasihat militer Iran dan milisi dari Libanon, Iran, Irak dan Afghanistan.

Pasukan pemerintah sekarang membersihkan sisa-sisa wilayah pemberontak dan militan di selatan, di mana pemberontakan melawan Assad pertama kali terjadi pada tahun 2011 lalu.

Pekan lalu, Assad menjanjikan serangan serupa terhadap satu-satunya kubu utama pemberontak - provinsi Idlib di barat laut. Tetapi sekutunya, Moskow, telah mengesampingkan serangan besar-besaran terhadap provinsi itu dalam waktu dekat.
Idlib adalah zona terakhir dari empat zona "de-eskalasi" yang disepakati oleh kekuatan dunia pada tahun 2017 di mana para pemberontak masih memiliki kehadiran yang besar.

Para pemberontak dan warga sipil telah keluar dari tiga zona lainnya ketika mereka jatuh ke tangan pemerintah, semuanya dibawa ke Idlib, meningkatkan populasinya menjadi sekitar 2,5 juta orang.

Operasi militer di provinsi itu akan menyebabkan eksodus massal ke perbatasan dengan Turki, dan bahkan Rusia telah memperingatkan terhadap serangan itu.

"Saat ini tidak ada pertanyaan dan dapat ditanyakan tentang operasi - serangan besar-besaran - terhadap Idlib," kata Dubes Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentiev.
(ian)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
7 menit yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
1 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
2 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
5 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
8 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
9 jam yang lalu
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved