Kelahiran Bayi Dua Wajah di Indonesia jadi Pemberitaan Media Asing

Rabu, 25 Juli 2018 - 16:51 WIB
Kelahiran Bayi Dua Wajah...
Kelahiran Bayi Dua Wajah di Indonesia jadi Pemberitaan Media Asing
A A A
JAKARTA - Media asing asal Inggris, Daily Mail, menurunkan laporan tentang kelahiran bayi dua wajah di Indonesia. Bayi bernama Gilang Andika itu lahir pada 7 Mei 2018 lalu di Batam.
Dalam laporan, Daily Mail menulis Gilang Andika memiliki dua wajah dan dua otak tetapi hanya memiliki satu kepala.
"Meskipun ia hanya memiliki satu tubuh dengan dua tangan dan dua kaki, Gilang secara teknis adalah kembar siam - sebuah kondisi yang memengaruhi satu dari setiap 250 ribu kelahiran," tulis Daily Mail, Rabu (25/7/2018).

"Di kepalanya dia memiliki wajah dan otak saudara kembarnya yang tidak tumbuh sendiri di dalam rahim, karena telur ibu mereka tidak benar-benar terbelah selama kehamilan," sambung laporan itu.

Orang tua Gilang, Ernilasari dan Mustafa, saat ini tengah berusaha untuk membantu menyelamatkan nyawa putranya setelah dokter menyatakan bahwa bayinya menderita hydrocephalus yang disebabkan oleh penumpukan cairan di otak.

Banyak bayi yang lahir dengan kondisi hidrosefalus memiliki kerusakan otak jangka panjang, yang dapat menyebabkan ketidakmampuan belajar, berbicara, masalah penglihatan atau ingatan, atau epilepsi.

Sementara itu dokter yang merawat Gilang di Rumah Sakit, Nenden Ismawati, di RS Awal Bros di Batam mengatakan tidak mungkin dokter dapat melakukan operasi.

"Memang, kami menyarankan (operasi) ke salah satu rumah sakit di Jakarta yang memiliki peralatan yang lebih baik daripada Rumah Sakit Awal Bros, tetapi itu juga tidak berarti ia dapat dioperasi segera, karena dokter di Jakarta masih mendiskusikan kasus ini," tuturnya.

Selama kehamilan, Ernilasari mengatakan ia tidak merasakan sesutau yang aneh. Para dokter Rumah Sakit Chamata Sahidiya Panbil, tempat ia memeriksakan kandungannya, juga tidak memperhatikan masalah tersebut meskipun sudah melakukan tiga pemindaian ultrasound.

"Dokter hanya mengatakan kepala bayi membesar dan dia dalam posisi sungsang," kata Ernilasari.Karena kondisinya yang langka, Gilang tidak bisa disusui, jadi harus diberi susu melalui tabung. Dan dokter mengatakan dia tidak mungkin hidup lama karena kondisinya.
Baik Ernilasari maupun Mustafa ingin mencari pengobatan bagi putranya, tetapi mereka tidak punya uang. Mereka pun dilanda putus asa mencari cara untuk memisahkan kepala anak mereka, karena kelainan itu telah menyebabkan masalah kesehatan bagi si kecil.
(ian)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
47 menit yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
1 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
3 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
4 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved