Korsel: Normalisasi Hubungan AS-Korut Butuh Waktu Panjang
Senin, 11 Juni 2018 - 20:46 WIB
Korsel: Normalisasi Hubungan AS-Korut Butuh Waktu Panjang
A
A
A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in menyatakan, proses normalisasi hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) akan berlangsung sangat panjang dan melelahkan.
Jae-in menuturkan, dia percaya bahwa perlu untuk membangun dialog paralel antara Pyongyang dengan Seoul dan Washington untuk memulai proses, yang mungkin memerlukan negosiasi selama beberapa tahun.
"Hubungan bermusuhan yang sudah berlangsung lama dan masalah nuklir Koruttidak dapat ditinggalkan hanya setelah satu upaya negosiasi antara kedua pemimpin. Untuk penyelesaian lebih lanjut yang komprehensif, yang awalnya ditandai oleh dua pemimpin, diperlukan proses yang panjang," kata Jae-in.
"Kita tidak dapat mengetahui apakah itu akan berlangsung selama satu tahun, dua, atau mungkin lebih lama lagi," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Senin (11/6).
Dia juga menyatakan bahwa perlu untuk membangun apa yang dia sebut sebagai reaksi berantai antara Korut-Korsel-AS untuk menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea.
"Jika hubungan intra-Korea membaik, hubungan antara Korut dan AS juga meningkat, dan jika hubungan antara Korut dan AS menjadi lebih baik, maka hubungan intra-Korea berkembang lebih lanjut," tukasnya.
Jae-in menuturkan, dia percaya bahwa perlu untuk membangun dialog paralel antara Pyongyang dengan Seoul dan Washington untuk memulai proses, yang mungkin memerlukan negosiasi selama beberapa tahun.
"Hubungan bermusuhan yang sudah berlangsung lama dan masalah nuklir Koruttidak dapat ditinggalkan hanya setelah satu upaya negosiasi antara kedua pemimpin. Untuk penyelesaian lebih lanjut yang komprehensif, yang awalnya ditandai oleh dua pemimpin, diperlukan proses yang panjang," kata Jae-in.
"Kita tidak dapat mengetahui apakah itu akan berlangsung selama satu tahun, dua, atau mungkin lebih lama lagi," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Senin (11/6).
Dia juga menyatakan bahwa perlu untuk membangun apa yang dia sebut sebagai reaksi berantai antara Korut-Korsel-AS untuk menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea.
"Jika hubungan intra-Korea membaik, hubungan antara Korut dan AS juga meningkat, dan jika hubungan antara Korut dan AS menjadi lebih baik, maka hubungan intra-Korea berkembang lebih lanjut," tukasnya.
(esn)