Assad Bantah Didikte oleh Rusia

Minggu, 10 Juni 2018 - 18:54 WIB
Assad Bantah Didikte...
Assad Bantah Didikte oleh Rusia
A A A
DAMASKUS - Presiden Suriah, Bashar al-Assad membantah bahwa Rusia telah membuat keputusan untuknya. Dia kemudian mengatakan menjadi hal yang sangat wajar jika ada perbedaan pendapat antara sekutu-sekutu Suriah.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris, Mail, Assad menanggapi pertanyaan tentang apakah Moskow sekarang mengontrol gerakan diplomatik dan militer Suriah.

"Mereka (orang-orang Rusia) tidak pernah, selama hubungan kami, mencoba mendikte, bahkan jika ada perbedaan," katanya dalam wawancara itu, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (10/6).

"Merupakan hal yang wajar untuk memiliki perbedaan antara berbagai pihak, baik di dalam pemerintah kita atau pemerintah lainnya; Rusia-Suriah, Suriah-Iran, Iran-Rusia, dan di dalam pemerintahan ini, itu sangat alami, tetapi pada akhirnya satu-satunya keputusan tentang apa yang terjadi di Suriah dan apa yang akan terjadi, itu adalah keputusan Suriah," sambungnya.

Dukungan Iran dan Rusia sangat penting bagi upaya perang Assad, tetapi agenda yang berbeda dari sekutu Assad di Suriah telah menjadi lebih jelas akhir-akhir ketika Israel menekan Rusia untuk memastikan Iran dan sekutunya tidak berkuasa militer mereka di negara itu.

Penempatan pasukan Rusia di Suriah dekat perbatasan Libanon telah menyebabkan gesekan dengan pasukan yang didukung Iran, dalam apa yang tampaknya menjadi kasus langka, di mana Rusia bertindak tidak sejalan dengan sekutu Assad yang didukung Iran.

Dalam wawancara itu, Assad juga mengatakan dia mengharapkan perang di negaranya akan berakhir dalam kurang dari setahun dan menyatakan kembali tujuannya untuk mengambil kembali setiap jengkal tanah Suriah.

Dia menambahkan keterlibatan kekuatan asing seperti Inggris, Amerika Serikat (AS) dan Prancis memperpanjang konflik dan telah memperlambat resolusi damai terhadap situasi di wilayah Suriah barat daya yang dikuasai pemberontak.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
19 menit yang lalu
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
2 jam yang lalu
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
3 jam yang lalu
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
3 jam yang lalu
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
4 jam yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved