Proyek Jet Tempur Indonesia-Korsel IF-X Dilaporkan Porak-poranda

Selasa, 08 Mei 2018 - 11:20 WIB
A A A
"Terus terang, delegasi Indonesia dibatasi untuk mengakses banyak bagian dari teknologi dan studi KF-X, terutama dari yang berkaitan dengan AS," kata insinyur KAI itu kepada Defense News, yang berbicara dengan syarat anonim karena isu ini sensitif.

"Mengingat Indonesia membanjiri seperlima dari biaya pengembangan KF-X, itu masuk akal dalam beberapa hal bahwa insinyur Indonesia merasa sempit untuk mendapatkan keuntungan teknis melalui program bersama," ujarnya, yang dilansir Selasa (8/5/2018).

Program tempur KF-X, yang juga didanai oleh pemerintah Korea Selatan dan KAI, melibatkan integrasi teknologi canggih AS, termasuk mesin, persenjataan, sistem kontrol penerbangan dan lainnya.

Menurut insinyur Korea tersebut, pada bulan Januari lalu, sebuah delegasi dari Badan Keamanan Teknologi Pertahanan AS mengunjungi Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan dan KAI untuk meninjau masalah transfer teknologi KF-X.

"Memang benar bahwa insinyur AS yang dikirim ke markas KAI sensitif tentang kemungkinan kebocoran teknologi AS untuk pekerja Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan, menyangkal spekulasi bahwa kemitraan KF-X dengan Indonesia sedang bermasalah.

"Meskipun ada laporan media tentang masalah KF-X, Indonesia belum memberi tahu kami tentang masalah dengan negosiasi ulang atau penghentian kerja sama KF-X,” kata juru bicara DAPA, Kang Hwan-seok.

"Kami diberitahu bahwa pemerintah Indonesia menunggu persetujuan parlemen untuk membayar biaya pengembangan yang belum dibayar," ujarnya.
(mas)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1217 seconds (10.101#12.26)