Bahas Bentrokan di Gaza, Wamenlu Rusia Temui Petinggi Hamas
Sabtu, 31 Maret 2018 - 15:18 WIB
Bahas Bentrokan di Gaza, Wamenlu Rusia Temui Petinggi Hamas
A
A
A
MOSKOW - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov dilaporkan melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Biro Politik Hamas Abu Marzook di Moskow. Keduanya bertemu untuk membahas situasi terkini di Gaza.
Pertemuan antara Bogdanov dan Marzook berlangsung tidak lama setelah terjadi bentrokan antara demonstran Palestina dan tentara Israel di perbatasan Gaza.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam pertemuan itu Bogdanov menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya jumlah korban, baik tewas maupun luka di Jalur Gaza.
"Moskow menyerukan pada pihak Palestina dan Israel untuk menahan diri dan untuk menghindari tindakan yang dapat membahayakan orang yang tidak bersalah," kata Bogdanov dalam pertemuan itu, seperti dilansir Anadolu Agency pada Sabtu (31/3).
Seperti diketahui, sedikitnya 16 warga Palestina tewas ditembak oleh pasukan Israel pada hari Jumat. Ribuan warga Palestina berbaris ke perbatasan Gaza dengan Israel bermaksud menyeberang ke negara Yahudi itu.
Aksi demonstrasi massal ini direncanakan akan dilakukan selama enam minggu berturut-turut terhadap blokade perbatasan yang menyesakkan.
Ini adalah hari paling berdarah di Gaza sejak perang lintas batas pada 2014 lalu antara Israel dan Hamas. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan lebih dari 750 orang terluka oleh tembakan Israel.
Militer Israel mengatakan, ribuan warga Palestina melemparkan batu dan menggulingkan ban yang terbakar ke arah pasukan yang ditempatkan di sisi lain pagar perbatasan.
Pertemuan antara Bogdanov dan Marzook berlangsung tidak lama setelah terjadi bentrokan antara demonstran Palestina dan tentara Israel di perbatasan Gaza.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam pertemuan itu Bogdanov menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya jumlah korban, baik tewas maupun luka di Jalur Gaza.
"Moskow menyerukan pada pihak Palestina dan Israel untuk menahan diri dan untuk menghindari tindakan yang dapat membahayakan orang yang tidak bersalah," kata Bogdanov dalam pertemuan itu, seperti dilansir Anadolu Agency pada Sabtu (31/3).
Seperti diketahui, sedikitnya 16 warga Palestina tewas ditembak oleh pasukan Israel pada hari Jumat. Ribuan warga Palestina berbaris ke perbatasan Gaza dengan Israel bermaksud menyeberang ke negara Yahudi itu.
Aksi demonstrasi massal ini direncanakan akan dilakukan selama enam minggu berturut-turut terhadap blokade perbatasan yang menyesakkan.
Ini adalah hari paling berdarah di Gaza sejak perang lintas batas pada 2014 lalu antara Israel dan Hamas. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan lebih dari 750 orang terluka oleh tembakan Israel.
Militer Israel mengatakan, ribuan warga Palestina melemparkan batu dan menggulingkan ban yang terbakar ke arah pasukan yang ditempatkan di sisi lain pagar perbatasan.
(esn)