Menlu Retno: Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Harus Dilatih dengan Baik

Kamis, 29 Maret 2018 - 18:14 WIB
Menlu Retno: Pasukan...
Menlu Retno: Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Harus Dilatih dengan Baik
A A A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyatakan, pasukan penjaga perdamaian PBB bukanlah pekerjaan biasa, mereka harus mendapatkan pelatihan yang memadai dan mendapatkan peralatan yang baik.

Berbicara dalam Debat Terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB dengan tema “Collective Action to Improve UN Peacekeeping Operations”, Retno menyampaikan sejumlah hal dalam kerangka ASEAN dan juga Indonesia.

Dalam pidatonya untuk mewakili ASEAN, Retno menyampaikan pentingnya reformasi DK PBB yang harus ditujukan untuk meningkatkan kinerja dan kapasitas serta proses pengambilan keputusan di lapangan. Kedua, diamenekankan agar sumber pendanaan PKO harus memadai. Terakhir, dia juga menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan pasukan perdamaian menjadi tanggung jawab bersama negara anggota PBB, sehingga harus selalu diperhatikan.

Sedangkan inti pidato Menlu yang mewakili kepentingan nasional antara lain, menekankan pentingnya membuat terobosan baru dalam memastikan keamanan dan keselamatan Peacekeepers di lapangan.

“Pasukan Keamanan PBB tidak bisa lagi bekerja Business as usual , Peacekeepers harus well-trained, well-equipped dan adequately-resourced," kata Retno, seperti dikutip dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Kamis (29/3).

Oleh karena itu, Retno menyatakan pengembangan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan menjadi keharusan. Lebih lanjut dirinya menyampaikan agar adanya inovasi dalam pembelian peralatan untuk misi Pemeliharaan Perdamaian PBB termasuk pengunaan industri strategis dari negara berkembang.

Selain hal di atas, isu lain yang menjadi perhatian Indonesia terkait pasukan perdamaian PBB adalah mengenai pentingnya untuk meningkatkan keterlibatan perempuan. Menurut Retno, perempuan lebih mudah untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat lokal dan lebih efektif dalam melindungi masyarakat sipil dari eksplotasi seksual dan tindakan kekerasan.

“Jumlah Peacekeepers perempuan dalam misi Pemeliharaan Keamanan PBB harus ditingkatkan, mengingat lebih mudah bagi perempuan untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat lokal dan lebih efektif dalam melindungi masyarakat sipil dari eksplotasi seksual dan tindakan kekerasan,” tukasnya.

(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved