Trump Berencana Hadiri Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Selasa, 06 Maret 2018 - 10:39 WIB
Trump Berencana Hadiri...
Trump Berencana Hadiri Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan mungkin akan menghadiri pembukaan Kedutaan Besar di Yerusalem. Hal itu diungkapkan Trump saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Kepada Netanyahu, Trump mengatakan ia mempertimbangkan untuk melakukan kunjungan kedua ke Yerusalem sebagai presiden. Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem sendiri direncanakan pada bulan Mei mendatang.

"Kami berniat untuk datang. Jika saya bisa, saya akan melakukannya," kata Trump seperti dilansir dari Reuters, Selasa (6/3/2018).

Keputusan Trump bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedutaan di sana dari Tel Aviv telah menghancurkan kebijakan AS yang berjalan selama beberapa dekade. Keputusan itu juga memperparah hubungan sekutu dengan Arab dan telah mempersulit upaya pemerintahannya untuk menghidupkan kembali perundingan damai Timur Tengah yang telah lama terhenti.

Trump sebelumnya meminta agar Palestina kembali ke meja perundingan dan mengatakan jika mereka tidak melakukannya maka tidak akan mendapatkan kedamaian.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang marah atas tindakan Trump terkait Yerusalem, menolak untuk terlibat dengan AS dalam perdamaian Timur Tengah. Ia pun mendorong Trump untuk menunda peluncuran proposal perdamaian.

Trump sendiri mengutus penasihat senior sekaligus menantunya, Jared Kushner, dalam proses perdamaian di Timur Tengah.

Beberapa analis percaya bahwa kemampuan Kushner untuk menjalankan prakarsa Timur Tengah telah terhalang oleh hilangnya akses terhadap intelijen AS yang berharga. Hal itu tidak terlepas dari tindakan keras Gedung Putih terhadap akses rahasia semacam itu bagi mereka yang tidak memiliki izin keamanan penuh.

Gedung Putih mengatakan downgrade keamanan Kushner tidak mempengaruhi peran yang dimainkannya dalam pertemuan tersebut.

Pejabat AS yang berbicara menjelang kunjungan kedua Netanyahu ke Gedung Putih mencirikan kunjungan itu sebagai "check-in rutin." Namun, bagi Netanyahu, pertemuan di Kantor Oval memberikan ketenangan dari masalah hukumnya.

Netanyahu, yang akan berbicara dengan kelompok lobi pro-Israel AIPAC pada hari Selasa, menunggu keputusan dari jaksa agung Israel mengenai apakah akan mendakwa dia, seperti yang direkomendasikan polisi dalam dua kasus penyuapan. Netanyahu membantah melakukan kesalahan.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
58 menit yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
2 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
3 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
3 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved