Redam Hasutan Demo, Iran Sebar Pasukan Elite Garda Revolusi

Kamis, 04 Januari 2018 - 08:29 WIB
Redam Hasutan Demo,...
Redam Hasutan Demo, Iran Sebar Pasukan Elite Garda Revolusi
A A A
TEHERAN - Pasukan elite Garda Revolusi Iran disebar ke tiga provinsi untuk meredam hasutan dan kerusuhan anti-pemerintah. Pasukan elite dikerahkan setelah negara itu diguncang gelombang demo selama sepekan terakhir yang menewaskan 21 orang.

Protes, yang awalnya dipicu karena krisis ekonomi yang diderita oleh kalangan muda dan pekerja, telah berkembang menjadi kekuatan untuk melawan kediktatoran dan hak istimewa dari elite rezim Iran, terutama Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Demo rusuh tersebut terus menarik tanggapan tajam dari masyarakat internasional. Para pemimpin Eropa misalnya, menyampaikan kegelisahannya atas gelombang demonstrasi di Iran. Sedangkan pemimpin Amerika Serikat (AS) dan Israel gembira dengan mendukung para pemrotes.

Demonstrasi terus berlanjut setelah pengadilan Iran mengancam melakukan eksekusi bagi mereka yang melakukan kerusuhan. Demo berlangsung malam hari di kawasan Malayer, Provinsi Hamadan.

Para pemrotes menyanyikan yel-yel bernada kritik terhadap Khamenei. ”Orang-orang mengemis, pemimpin tertinggi bertindak seperti Tuhan!,” bunyi yel-yel yang dinyanyikan demonstran, seperti dikutip Reuters, Kamis (4/1/2018).

Di Kota Nowshahr, demonstran juga mengecam diktator Iran. Aksi mereka direkam dan diunggah di media sosial.”Matilah diktator,” teriak para demonstran.

Meski demikian, demonstrasi pro-pemerintah Iran juga bemunculan. Di kota suci Syiah, Qom, demonstran melambaikan bendera dan potret Khamenei.

"Darah di pembuluh darah kita adalah hadiah untuk pemimpin kita (Khamenei)," teriak para demonstran pro-rezim Iran. "Kami tidak akan meninggalkan pemimpin kami sendirian."

Mereka menuduh Amerika Serikat, Israel dan Inggris menghasut demonstrasi anti-pemerintah. "Para perusuh sedetik harus dieksekusi!," lanjut teriakan para demonstran.

Demo yang belum mereda telah membuat Garda Revolusi Iran khawatir. Komandan Garda Revolusi, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari, mengatakan bahwa dia telah mengerahkan pasukan ke Provinsi Hamadan, Isfahan dan Lorestan untuk menangani ”hasutan baru”.

Garda Revolusi—pedang dan perisai teokrasi Syiah Iran—telah berperan penting dalam menekan sebuah pemberontakan atas dugaan kecurangan pemilu pada tahun 2009, di mana puluhan pemrotes kelas menengah terbunuh. Khamenei saat itu mengutuk kerusuhan tersebut sebagai “hasutan”.

Sementara itu, di Washington, seorang pejabat senior administrasi Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengumpulkan informasi yang dapat ditindaklanjuti terkait demonstrasi di Iran. Informasi itu akan memungkinkan untuk mengajukan sanksi terhadap individu dan organisasi Iran yang terlibat dalam tindakan keras terhadap demonstran.
(mas)
Berita Terkait
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Menurut Presiden Iran,...
Menurut Presiden Iran, Amerika Serikat Bersalah dalam Serangan Israel di Gaza
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Israel Digempur Serangan DDoS
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
33 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved