Aksi Trump Retweet Video Anti-Muslim Bahayakan Kedubes AS

Jum'at, 01 Desember 2017 - 08:58 WIB
Aksi Trump Retweet Video...
Aksi Trump Retweet Video Anti-Muslim Bahayakan Kedubes AS
A A A
WASHINGTON - Keputusan Presiden Donald Trump untuk meretweet serangkaian video anti-Muslim bisa membahayakan kedutaan besar Amerika Serikat (AS). Tindakan Trump tersebut dikhawatirkan akan memicu aksi demonstrasi dengan kekerasan di kedutaan besar AS di Timur Tengah yang sudah siaga tingkat tinggi.

Begitu peringatan yang diberikan Departemen Luar Negeri kepada Gedung Putih. Sebelumnya, aksi protes dengan kekerasan meletus pada bulan September 2012 menyusul publikasi video anti-Muslim di dunia maya.

Menurut seorang pejabat Departemen Luar Negeri kedutaan besar AS telah waspada sepanjang hari, meskipun tidak ada insiden yang dilaporkan sejauh ini.

Seorang pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Gedung Putih diberitahu mengenai kekhawatiran tersebut oleh Departemen Luar Negeri. Pejabat tersebut mengatakan bahwa masih ada diskusi di Gedung Putih tentang apakah pemerintah harus mengeluarkan pernyataan yang lebih kuat untuk menjawab kekhawatiran bahwa tweet tersebut dapat meningkatkan ketegangan dengan dunia Muslim. Namun pejabat ini memperingatkan bahwa tidak jelas tindakan akan diambil.

"Itu tidak terwujud dalam sesuatu yang dapat ditindaklanjuti, tapi ini adalah masalah besar," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri seperti dilansir dari CNN, Jumat (1/12/2017).

"Kami melihat di Kairo dan tempat-tempat lain yang hanya memasang sesuatu di internet, bahkan jika tidak ada yang dimaksudkan olehnya, bisa memiliki konsekuensi yang nyata," imbuhnya.

Trump meretweet tiga video yang dikirim dari aktivis sayap kanan Inggris Jayda Fransen yang mengaku menggambarkan orang-orang Muslim menyerang orang-orang dan menodai patung Perawan Maria.

Tweet tersebut memicu kecaman baik di kalangan pejabat AS sendiri dan Inggris, termasuk Perdana Menteri Theresa May.

Gedung Putih menolak untuk mengatakan apakah mereka telah memeriksa videonya dan memastikan keasliannya sebelum Presiden men-tweetnya kepada lebih dari 43 juta pengikutnya.

Sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders membela keputusan Presiden untuk meretweet video tersebut dengan mengatakan bahwa Trump menyoroti "ancaman" nyata.

"Entah itu video nyata, ancamannya nyata," kata Sanders kepada wartawan Rabu pagi.

"Itulah yang Presiden bicarakan, itulah yang dipusatkan Presiden yaitu menghadapi ancaman nyata itu, dan itu nyata betapapun Anda melihatnya," jelasnya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
38 menit yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
1 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
2 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
3 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved