Picu Kepanikan di Stasiun Oxford, Dua Orang Diperiksa Polisi

Sabtu, 25 November 2017 - 23:53 WIB
Picu Kepanikan di Stasiun...
Picu Kepanikan di Stasiun Oxford, Dua Orang Diperiksa Polisi
A A A
LONDON - Dua orang pria telah diperiksa oleh detektif setelah terjadi pertengkaran di sebuah stasiun bawah tanah di London. Pertengkaran tersebut menimbulkan kepanikan massal pada Jumat lalu.

Pria berusia 21 dan 40 tahun itu mendatangi sebuah kantor polisi secara sukarela setelah mengajukan permohonan terlebih dahulu. Meski begitu, penyelidikan terhadap kejadian tersebut terus berlanjut seperti dikutip dari BBC, Sabtu (25/11/2017).

Baca juga:
Insiden Penembakan Dilaporkan Terjadi di Stasiun Oxford London


Enam belas orang dirawat setelah mereka terluka karena melarikan diri dari stasiun Oxford Circus, menyusul laporan adanya suara tembakan di jalur Central Line. Namun pihak kepolisian mengatakan tidak ada bukti adanya senjata yang ditembakkan.

Polisi Metropolitan mengatakan bahwa mereka mulai menerima "sejumlah" panggilan 999 yang melaporkan tembakan senjata di Oxford Street dan di stasiun Oxford Circus pada pukul 16:38 waktu setempat pada hari Jumat.

Kendaraan pengaman bersenjata pertama ada di tempat kejadian dalam waktu kurang dari semenit setelah menerima panggilan pertama.

Stasiun Oxford Circus - tempat Oxford Street dan Regent Street bertemu - ditutup, sementara toko-toko dan bisnis ditempatkan dalam keadaan ditutup.

Polisi pada awalnya menangani kejadian tersebut karena berpotensi aksi terorisme, sebelum dihentikan.

Dalam sebuah pernyataan, Polisi Metropolitan mengatakan: "Tidak ada korban jiwa, bukti adanya tembakan atau tersangka ditemukan oleh polisi."

Namun 16 orang mengalami cedera saat penumpang melarikan diri dari stasiun Oxford Circus, yang menurut saksi mata seperti "sebuah penyerbuan".

Seorang pasien dipindahkan ke pusat trauma utama untuk cedera kaki, sementara delapan orang dibawa ke rumah sakit di pusat kota London untuk luka ringan.

Pada pukul 18:05 waktu, operasi polisi telah dihentikan.

Dalam sebuah pernyataan, Walikota London Sadiq Khan memuji layanan darurat di kota tersebut karena "tanggapan cepat".
(ian)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
2 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved