Iklan Pecat Trump Muncul di Times Square

Kamis, 23 November 2017 - 04:20 WIB
Iklan Pecat Trump Muncul...
Iklan Pecat Trump Muncul di Times Square
A A A
NEW YORK - Sebuah iklan yang menyerukan warga Amerika Serikat (AS) untuk menandatangani petisi pemakzulan Presiden Donald Trump muncul di tengah-tengah kota New York. Selama 10 menit dalam setiap jam iklan tersebut muncul di papan iklan Times Square.

Lebih dari 350 ribu orang melintasi Times Square setiap harinya dengan berjalan kaki, menjadikan lokasi itu sebagai salah satu zona pejalan kaki tersibuk di dunia. Mereka mungkin melihat sekilas papan iklan yang dibayar oleh miliarder donor Partai Demokrat Tom Steyer.

Papan reklame itu mengarahkan mereka yang menyaksikan iklan itu ke situs web Steyer, needtoimpeach.com, di mana mereka bisa menandatangani petisi yang meminta Kongres untuk mengambil tindakan terhadap Trump.

"Kami memasang beberapa papan reklame besar di Times Square yang meminta pemakzulan presiden," kata Steyer, yang mengajukan angka USD20 juta untuk kampanye tersebut.

"Kami secara sah merasa bahwa ini adalah masalah besar di depan orang-orang Amerika bahwa tidak ada yang berdiri untuk apa yang banyak orang Amerika pikirkan," sambungnya seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (23/11/2017).

Steyer telah menjalankan serangkaian iklan TV di mana dia menyebut pemerintahan Trump sebagai "sangat jelas dan menghadirkan bahaya" yang mengancam untuk menyeret Amerika Serikat ke dalam perang nuklir. Iklan tersebut berjalan di Fox News Fox & Friends show, yang dikenal sebagai program favorit presiden, yang mendorong sebuah tanggapan.

"Lucu & tidak tertahankan," adalah bagaimana Trump menggambarkan Steyer di Twitter.

Meskipun lebih dari 2.650.000 telah menandatangani petisi untuk pemakzulan Trump sejauh ini, para pemimpin senior Demokrat seperti Nancy Pelosi telah dilaporkan mengatakan kepada Steyer bahwa mereka menganggap kampanyenya sebagai gangguan dari strategi politik partai secara keseluruhan.

"Sepertinya pejabat terpilih tidak berpikir ini adalah masalah waktu atau tidak berpikir bahwa itu taktis yang cerdas," katanya.

"Kami tidak berusaha cerdas secara taktis. Kami tidak mencoba dalam beberapa cara, bentuk atau bentuk ini untuk semester dua (2018)," imbuhnya.

Penentang kepresidenan Trump yang kontroversial telah lama meminta pemakzulannya, menuduhnya berkolusi dengan pemerintah Rusia selama kampanye pemilihan presiden tahun 2016, antara lain. Namun, tidak ada bukti kolusi yang jelas atau pasti yang belum ditemukan.

Pekan lalu, enam anggota Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, termasuk dua orang yang duduk di Komite Kehakiman, memperkenalkan klausul pemakzulan. Mereka memilih lima tindakan Presiden Trump yang mereka yakini layak untuk dijadikan alasan pemakzulannya, termasuk pemecatan Direktur FBI James Comey.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
33 menit yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
1 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
10 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
11 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
12 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved