Trump Perintahkan Pemeriksaan Ekstrim Terhadap Orang Asing
Rabu, 01 November 2017 - 10:45 WIB
Trump Perintahkan Pemeriksaan Ekstrim Terhadap Orang Asing
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan ia telah memerintahkan Department of Homeland Security untuk meningkatkan "program pemeriksaan ekstrim". Perintah itu dikeluarkan menyusul serangan truk di New York yang menewaskan 8 orang.
"Saya baru saja memerintahkan Homeland Security untuk meningkatkan Program Penyaringan Ekstrim kami. Bersikap baik secara politik tidak masalah, tapi tidak untuk ini!" cetus Trump di akun Twitternya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (1/11/2017).
Sebelumnya, Trump menyebut pelaku serangan di New York sebagai orang gila. ”Di NYC, terlihat seperti serangan lain oleh orang yang sangat sakit dan gila. Penegak hukum mengikuti hal ini erat-erat,” tulis Trump.
Ia pun menghubungkan serangan itu dengan ISIS. "Kita tidak boleh membiarkan ISIS kembali, atau masuk, negara kita setelah mengalahkan mereka di Timur Tengah dan tempat lain!" cuit Trump.
Trump mencalonkan diri pada tahun 2016 berjanji untuk menindak imigrasi ilegal karena alasan keamanan, dan telah meminta "pemeriksaan ekstrim" bagi orang asing yang memasuki AS.
Serangan teror di New York dilakukan oleh Sayfullo Saipov berusia 29 tahun - seorang warga Uzbekistan yang terakhir diketahui berada di Tampa, Florida. Ia datang ke AS pada 2010. Saipov ditembak oleh polisi saat terjadi serangan di New York City dan dibawa ke sebuah rumah sakit daerah.
Ini adalah serangan teror paling mematikan di New York City sejak plot al-Qaeda dengan dua pesawat menabrak menara kembar World Trade Center (WTC), menewaskan hampir 3.000 orang pada tahun 2001.
"Saya baru saja memerintahkan Homeland Security untuk meningkatkan Program Penyaringan Ekstrim kami. Bersikap baik secara politik tidak masalah, tapi tidak untuk ini!" cetus Trump di akun Twitternya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (1/11/2017).
Sebelumnya, Trump menyebut pelaku serangan di New York sebagai orang gila. ”Di NYC, terlihat seperti serangan lain oleh orang yang sangat sakit dan gila. Penegak hukum mengikuti hal ini erat-erat,” tulis Trump.
Ia pun menghubungkan serangan itu dengan ISIS. "Kita tidak boleh membiarkan ISIS kembali, atau masuk, negara kita setelah mengalahkan mereka di Timur Tengah dan tempat lain!" cuit Trump.
Trump mencalonkan diri pada tahun 2016 berjanji untuk menindak imigrasi ilegal karena alasan keamanan, dan telah meminta "pemeriksaan ekstrim" bagi orang asing yang memasuki AS.
Serangan teror di New York dilakukan oleh Sayfullo Saipov berusia 29 tahun - seorang warga Uzbekistan yang terakhir diketahui berada di Tampa, Florida. Ia datang ke AS pada 2010. Saipov ditembak oleh polisi saat terjadi serangan di New York City dan dibawa ke sebuah rumah sakit daerah.
Ini adalah serangan teror paling mematikan di New York City sejak plot al-Qaeda dengan dua pesawat menabrak menara kembar World Trade Center (WTC), menewaskan hampir 3.000 orang pada tahun 2001.
(ian)