Pakar Top CIA: Pemimpin Korut Kim Jong-un Sangat Rasional
Kamis, 05 Oktober 2017 - 01:52 WIB
Pakar Top CIA: Pemimpin Korut Kim Jong-un Sangat Rasional
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pakar top Central Intelligence Agency (CIA) untuk misi Korea menilai sosok pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un sebagai politisi yang sangat rasional. Penilaian ini muncul di tengah ancaman Pyongyang untuk meluncurkan rudal nuklir ke wilayah Amerika Serikat (AS).
”Di luar gertakannya, Kim Jong-un adalah aktor rasional,” kata Yong Suk Lee, Wakil Direktur Pusat Misi Korea untuk CIA pada hari Rabu.”Kami memiliki kecenderungan di negara ini untuk meremehkan konservatismenya,” lanjut Lee.
”Dia ingin memerintah untuk waktu yang lama dan meninggal di tempat tidurnya sendiri,” papar Lee dalam sebuah konferensi CIA di George Washington University, seperti dilansir AFP, Kamis (5/10/2017).
Para politisi AS termasuk Presiden Donald Trump berulang kali menggambar diktator muda Pyongyang itu sebagai sosok tak rasional bahkan “gila”.
Namun, Lee mengatakan bahwa fokus Kim Jong-un adalah tetap berkuasa. Dia mencontohkan pembunuhan brutal di Malaysia pada bulan Februari terhadap kakak tirinya; Kim Jong-nam, sebagai salah satu fokus Kim untuk tetap berkuasa. Para agen mata-mata Pyongyang disalahkan atas pembunuhan Kim Jong-nam.
”Semua politik bersifat lokal,” ujar Lee mengacu tentang lingkungan Korea Utara. Menurutnya, sejarah panjang negara yang dikelilingi oleh kekuatan yang lebih besar juga berarti bahwa negara tersebut terus-menerus bersikap defensif, dan para pemimpinnya yang memainkannya.
”Korea Utara merupakan organisme politik yang tumbuh subur dalam konfrontasi,” kata Lee.
Namun pertahanan Kim Jong-un yang gigih terhadap posisinya dan gertakannya dalam melawan Washington tidak berarti bahwa dia akan bertindak tidak rasional. Terlebih, lanjut Lee, sekarang dia memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal berhulu ledak nuklir ke AS.
”Bangun dan memutuskan untuk (serangan) nuklir ke Los Angeles tidak dalam kepentingannya untuk bertahan hidup,” paparnya.
”Di luar gertakannya, Kim Jong-un adalah aktor rasional,” kata Yong Suk Lee, Wakil Direktur Pusat Misi Korea untuk CIA pada hari Rabu.”Kami memiliki kecenderungan di negara ini untuk meremehkan konservatismenya,” lanjut Lee.
”Dia ingin memerintah untuk waktu yang lama dan meninggal di tempat tidurnya sendiri,” papar Lee dalam sebuah konferensi CIA di George Washington University, seperti dilansir AFP, Kamis (5/10/2017).
Para politisi AS termasuk Presiden Donald Trump berulang kali menggambar diktator muda Pyongyang itu sebagai sosok tak rasional bahkan “gila”.
Namun, Lee mengatakan bahwa fokus Kim Jong-un adalah tetap berkuasa. Dia mencontohkan pembunuhan brutal di Malaysia pada bulan Februari terhadap kakak tirinya; Kim Jong-nam, sebagai salah satu fokus Kim untuk tetap berkuasa. Para agen mata-mata Pyongyang disalahkan atas pembunuhan Kim Jong-nam.
”Semua politik bersifat lokal,” ujar Lee mengacu tentang lingkungan Korea Utara. Menurutnya, sejarah panjang negara yang dikelilingi oleh kekuatan yang lebih besar juga berarti bahwa negara tersebut terus-menerus bersikap defensif, dan para pemimpinnya yang memainkannya.
”Korea Utara merupakan organisme politik yang tumbuh subur dalam konfrontasi,” kata Lee.
Namun pertahanan Kim Jong-un yang gigih terhadap posisinya dan gertakannya dalam melawan Washington tidak berarti bahwa dia akan bertindak tidak rasional. Terlebih, lanjut Lee, sekarang dia memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal berhulu ledak nuklir ke AS.
”Bangun dan memutuskan untuk (serangan) nuklir ke Los Angeles tidak dalam kepentingannya untuk bertahan hidup,” paparnya.
(mas)