Rusia: AS Coba Hapus Dosa di Afghanistan dengan Fitnah Kami
Jum'at, 29 September 2017 - 22:15 WIB
Rusia: AS Coba Hapus Dosa di Afghanistan dengan Fitnah Kami
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan tudingan Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia di Afghanistan dimaksudkan untuk menutupi kesalahan masa lalu mereka di negara itu. AS menuding Rusia mempersejatai Taliban.
"Jendral AS melanjutkan praktik jahat untuk terus mempertahankan masalah bantuan fiktif Rusia kepada militan dari gerakan Taliban. Tuduhan AS tidak didukung dengan bukti sama sekali," kata kemlu Rusia, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (29/9).
"Ini memberi kesan jelas bahwa AS mencoba memfitnah Rusia dalam konteks Afghanistan, yang ditujukan untuk mengalihkan perhatian masyarakat internasional dari berbagai kesalahannya sendiri, yang dilakukan selama masa tinggal 16 tahun di Afghanistan," sambungnya,
Pernyataan kemlu Moskow datang setelah Menteri Pertahanan AS, James Mattis, kembali mengemukakan masalah tersebut dalam perjalanannya ke Kabul pada awal pekan ini. Dalam pernyataanya Mattis memperingatkan Rusia untuk tidak memasok senjata kepada Taliban.
Kementerian tersebut menggarisbawahi bahwa Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, yang hadir dalam konferensi pers Mattis di ibukota Afghanistan, telah menyatakan secara terbuka bahwa blok tersebut tidak memiliki bukti adanya bantuan dari Moskow terhadap gerakan Taliban.
Rusia telah melabeli tuduhan oleh Mattis tidak pantas, dan mengatakan bahwa Amerika sendiri memiliki banyak hal untuk mengklarifikasi mengenai dugaan kerja sama mereka dengan militan di Afghanistan.
"Pada saat yang sama, pertanyaan kami mengenai penerbangan 'pesawat tak dikenal' di wilayah udara yang dikuasai AS dan NATO di Afghanistan untuk kepentingan ISIS dan kelompok militan lainnya tetap tidak terjawab," tukasnya.
Tuduhan bahwa Rusia mungkin mempersenjatai Taliban pertama kali muncul di Juni lalu, disuarakan oleh beberapa jenderal Amerika, termasuk komandan pasukan aliansi di Eropa, Curtis Scaparrotti, dan kepala pasukan AS di Afghanistan, John W. Nicholson Jr.
"Jendral AS melanjutkan praktik jahat untuk terus mempertahankan masalah bantuan fiktif Rusia kepada militan dari gerakan Taliban. Tuduhan AS tidak didukung dengan bukti sama sekali," kata kemlu Rusia, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (29/9).
"Ini memberi kesan jelas bahwa AS mencoba memfitnah Rusia dalam konteks Afghanistan, yang ditujukan untuk mengalihkan perhatian masyarakat internasional dari berbagai kesalahannya sendiri, yang dilakukan selama masa tinggal 16 tahun di Afghanistan," sambungnya,
Pernyataan kemlu Moskow datang setelah Menteri Pertahanan AS, James Mattis, kembali mengemukakan masalah tersebut dalam perjalanannya ke Kabul pada awal pekan ini. Dalam pernyataanya Mattis memperingatkan Rusia untuk tidak memasok senjata kepada Taliban.
Kementerian tersebut menggarisbawahi bahwa Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, yang hadir dalam konferensi pers Mattis di ibukota Afghanistan, telah menyatakan secara terbuka bahwa blok tersebut tidak memiliki bukti adanya bantuan dari Moskow terhadap gerakan Taliban.
Rusia telah melabeli tuduhan oleh Mattis tidak pantas, dan mengatakan bahwa Amerika sendiri memiliki banyak hal untuk mengklarifikasi mengenai dugaan kerja sama mereka dengan militan di Afghanistan.
"Pada saat yang sama, pertanyaan kami mengenai penerbangan 'pesawat tak dikenal' di wilayah udara yang dikuasai AS dan NATO di Afghanistan untuk kepentingan ISIS dan kelompok militan lainnya tetap tidak terjawab," tukasnya.
Tuduhan bahwa Rusia mungkin mempersenjatai Taliban pertama kali muncul di Juni lalu, disuarakan oleh beberapa jenderal Amerika, termasuk komandan pasukan aliansi di Eropa, Curtis Scaparrotti, dan kepala pasukan AS di Afghanistan, John W. Nicholson Jr.
(esn)